Dugaan Penyalahgunaan Dana, Aliansindo Desak Pembangunan Fasilitas PKM Bolo Dihentikan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan pemuda dan mahasiswa Kecamatan Bolo yang tergabung dalam Aliansi Nasional Mahasiswa dan Kepemudaan Indonesia (Aliansindo) menggelar demontrasi sorot pelaksanaan pembangunan gedung fasilitas di PKM Bolo di persimpangan Cabang Bank NTB Desa Rato Kecataman Bolo, Kamis (14/9).

Aliansindo saat aksi desak pemberhentian pembangunan fasilitas PKM Bolo. Foto: Yadien

Koordinator aksi Isla Caca dalam orasinya meminta Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri untuk menghentikan pembangunan fasilitas di PKM Bolo, karena dalam pelaksanaannya diduga ada penyalahgunaan anggaran yang dilakukan oleh pelaksana proyek.

Selain itu, pelaksanaan pembangunan fasilitas gedung jauh dari ketetapan teknis. Baik dari segi kualitas, kuantitas mengingat jumlah anggaran 2 Miliar lebih. Terkait itu, pelaksana diduga merugikan keuangan negara sesuai UUD Nomor 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

“Kami juga menuntut kepada PKM Bolo untuk segera melakukan fungsi kontrol sebagai bagian dari wilayah pelaksanaan teknis pekerjaan,” pintanya.

Isla Caca meminta pelaksana proyek segera memberikan klarifikasi dugaan penyalahgunaan keuangan negara dan segera menghentikan pekerjaan. Dirinya juga meminta kepada Komisi II DPRD Kabupaten Bima untuk menunjukan taringnya sebagai lembaga kontrol.

Setelah melakukan aksi, difasilitasi Camat Bolo massa audiensi dengan PKM Bolo di Kantor Camat Bolo. Pertemuan  itu dihadiri Kasubag PKM Bolo, Kapolres Bima, Kapolsek Bolo dan Camat Bolo. Namun audiensi tersebut tidak menemui titk terang, karena Kepala PKM Bolo tidak hadir.

“Kami beri waktu 5 hari untuk klarifikasi. Jika tidak dilakukan maka akan kami laporkan ke pihak yang berwajib,” ancamnya.

Sementara itu, Kepala PKM Bolo di tempat terpisah menyampaikan, sebagai fungsi kontrol pihaknya sudah melakukan berbagai hal dalam pelaksanaan pembangunan gedung fasilitas PKM Bolo. Dari awal dirinya sudah melakukan koordinasi dengan pelaksana, termasuk masalah papan informasi agar segera dipasang.

Namun kata dia, yang berkaitan dengan tuntutan yang lain seperti ada dugaan penyelewengan anggaran, diakuinya bukan ranah PKM Bolo untuk menjawabnya.

“Kami pada prinsipnya hanya mengawal terkait pembangunan sesuai dokumen yang diserahkan oleh pihak pelaksana. Intinya masalah pembangunan sudah kita kawal sesuai standar yang direncanakan,” katanya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *