Belajar Produk Tenun Ikat, Wabup Mamuju Utara Bertandang ke Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Wakil Bupati (Wabup) Mamuju H Muhamad Saal didampingi Ketua GOW Mamuju Utara Hj Sitti Rawi M Saal beserta sejumlah kepala OPD Mamuju silahturahim dengan jajaran pemerintah Kota Bima, Jum’at (15/9).

Wabup Mamuju Utara bersama istri saat menerima plakat dari Plt. Sekda Kota Bima. Foto: Hum

Pertemuan tersebut menjadi bagian kegiatan kunjungan kerja Kabupaten Mamuju Utara ke Kota Bima dalam rangka pengembangan produk tenun ikat daerah.

Kunjungan Kerja Wabup Mamuju Utara diterima Plt Sekretaris Daerah Kota Bima Syamsudin MS. Hadir pula dalam acara tersebut Wakapolres Kota Bima, Perwakilan dari Dandim 1608/Bima, para kepala OPD lingkup pemerintah Kota Bima dari berbagai tingkatan. Acara diawali dengan penyerahan Plakat dan cinderamata oleh Plt Sekretaris Daerah Kota Bima kepada Wakil Bupati Mamuju Utara.

Syamsudin saat menyampaikan sambuatan mengungkapkan rasa sukacita menyambut kehadiran rombongan dari Mamuju Utara. Diharapkannya kunjungan ini menjadi awal untuk lebih merekatkan kerjasama dan saling bertukar pengalaman antara kedua pemerintah daerah, khususnya mengenai pengembangan produk tenun ikat daerah.

“Kami merasa terhormat menyambut kehadiran Bapak H. Muhammad Saal. Insha Allah kegiatan ini menjadi media silaturahim dan bertukar pengalaman antara kedua pemerintah daerah,” ujar Plt Sekda.

Dijelaskannya, pengembangan tenun ikat memang menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Bima. Tenun ikat Bima saat ini telah memberikan manfaat atau nilai tambah dalam sektor perdagangan. Beberapa nilai tambah yang telah dirasakan diantaranya, penyerapan tenaga kerja karena semakin banyak masyarakat Kota Bima yang berkecimpung dalam industri tenun. Kemudian mengurangi angka kemiskinan, serta membawa nama daerah semakin dikenal luas karena promosi melalui produk tenun ikat.

Setiap tahun sambung Syamsudin, jumlah unit usaha IKM di Kota Bima terus bertambah. Pada tahun 2012 tercatat ada 1.192 unit usaha dan meningkat menjadi 2.421 unit usaha pada tahun 2016. Bahkan pengembangan Tenun Ikat Daerah ini membawa Pemerintah Kota Bima meraih penghargaan Upakarti dari Menteri Perindustrian, yang diterima sendiri Walikota Bima pada tanggal 2 Agustus 2017 di Kantor Kementerian Perindustrian.

Pengembangan tenun ikat ini didukung pula dengan kebijakan dari segi anggaran, membantu akses permodalan, serta akses produksi. Sementara untuk aspek pemasaran, pemerintah bersama pelaku IKM mengembangkan show room pada setiap sentra tenun.

“Berbagai upaya yang pengembangan industri tenun ikat bima ini juga didukung oleh berbagai pihak mulai dari legislatif, organisasi wanita dan Dekranasda, lembaga-lembaga keuangan (perbankan) dan instansi terkait,” paparnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Mamuju Utara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas penerimaan yang luar biasa dari Pemerintah Kota Bima. Kabupaten Mamuju Utara saat ini berkomitmen untuk menyediakan ruang untuk masyarakat kecil dan para industri rumahan agar dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu, kunjungan kerja ini menjadi upaya mendukung kebijakan tersebut.

“Saat ini pengambangan industri kecil menjadi salah satu program prioritas di Mamuju Utara. Pengambangan industri kecil di Mamuju Utara masih terhambat beberapa kendala diantaranya tidak adanya pakar yang diharapkan dapat membina pengelolaan dan kreasi tenun yang dihasilkan”, jelasnya.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *