Pemilos SMA 1 Wawo, Rian dan Zuhan Raih Suara Tertinggi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Setelah melalui berbagai tahapan seperti pendaftaran, penetapan calon, penyampaian visi dan misi, kampanye serta terakhir yaitu bimbingan teknis untuk penyelenggara oleh KPU Kabupaten Bima. Pemilihan Osis (Pemilos) SMAN 1 Wawo akhirnya digelar, Sabtu (16/9).

Panitia dan jajaran guru SMAN 1 Wawo foto bersama dilokasi Pemilos. Foto: Firman

Wakil Kepala SMAN 1 Wawo bidang Kesiswaan Muhamad Naim mengatakan proses pemilihan secara langsung di sekolah ini merupakan kali pertama digelar. pihaknya pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPU Kabupaten Bima yang telah membantu mempersiapkan proses Pemilos. Baik bimbingan yang telah diberikan kepada siswa sebagai penyelengara maupun perangkat pendukung yang disediakannya.

“Banyak ilmu yang kami didapatkan. Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar,” ujarnya.

Proses ini juga lanjut Muahmad Naim sebagai modal berharga bagi siswa kelas XII, karena akan jadi pemilih pemula. Sehingga pengalaman ini bisa diterapkan pada proses pemilihan kepala daerah maupun pemilihan umum nantinya.

Ia menyebutkan, jumlah pemilih pada pemilihan ini sebanyak 680 orang. Sementara itu yang memberikan hak pilihnya sebanyak 510 suara dan sebanyak 9 suara dinyatakan tidak sah.

“Pasangan nomor urut 1 Rian Nurrahman dan Zuhan Rahman dinyatakan sebagai pemenang dengan perolehan suara sebanyak 292 suara. Sementara pasangan nomor 2 Arsin Algifari dan Agus Suprianto mendapat suara 191 suara dan pasangan nomor 3 Ade Kurniati dan Jihan Andriadi meraih 16 suara,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Komisioner KPU Kabupaten Bima Yudin Chandra yang hadir pada pemilihan ini mengatakan, KPU Kabupaten Bima menfasilitasi pelaksanaan ini dengan meminjamkan peralatan pendukung seperti bilik suara, kotak suara, surat suara dan perlengkapan pendukung lainnya.

“Hari ini sekitar 7 sampai 8 sekolah yang melaksanakan pemilihan bersama dari target kami sebanyak 38 sekolah,” ungkapnya.

Menurut Yudin, kegiatan ini merupakan relisasi dari program Rumah Pintar Pemilu, sebagai bentuk upaya memberikan edukasi demokrasi terhadap siswa. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan praktek pendidikan PKN yang ada di sekolah.

“Tujuan dari pelaksanaan Pemilos ini yakni edukasi bagi pemilih pemula, pendidikan politik, memahami hak sebagai warga negara, memasyarakat demokrasi,” paparnya.

Proses Pemilos ini tambahnya, menyerupai pemilihan umum presiden atau pemilihan kepala daerah. Prosesnya memberikan pengalaman tersendiri kepada para siswa, apalagi dalam waktu dekat akan menjadi pemilih pemula pada Pilkada NTB yang dihelat pada Juli 2018 dan Pemilu 2019.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *