Tagih Bantuan Banjir, Warga Rabadompu “Serang” Kantor Walikota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan warga Kelurahan Rabadompu Timur yang menamakan diri Spartan mendatangi kantor Walikota Bima, Senin (18/9). Warga menagih anggaran bantuan pusat dan anggaran dari sumber lain untuk warga yang terdampak banjir akhir tahun 2016 lalu,

Warga Rabadompu saat merangsek masuk di halaman Kantor Walikota Bima. Foto: Deno

Koordinator Aksi Arif Rahman dalam orasinya mengatakan, bencana banjir bandang yang menimpa Kota Bima menyebabkan kesengsaraan bagi warga. Harta benda dan semua yang dimiliki tidak ada yang tersisa.

Namun, janji pemerintah untuk membantu warga yang tertimpa musibah itu tak kunjung direalisasikan. Hingga saat ini bantuan yang bersumber dari pusat dan provinsi untuk membantu rakyat belum dirasakan dengan maksimal.

“Warga yang datang ini mengalami rusak berat. Rumah hanyut dan tidak ada yang tersisa. Tapi janji pemerintah untuk memberikan bantuan hingga saat ini tidak ada,” sorotnya.

Padahal kata Arif, sudah banyak anggaran yang diterim oleh Pemerintah Kota Bima melalui pemerintah pusat, provinsi hingga bantuan dana dari pihak pihak lain. Tapi janji pemerintah untuk memperbaiki rumah warga sampai sekarang belum terealisasi.

” Pemerintah ini bicaranya bohong semua. Kami rakyat hanya diberi janji – janji. Dasar pemimpin yang tidak peduli terhadap nasib rakyat. Asal kalian tahu, warga Rabadompu banyak yang hidup ditenda setelah banjir menerjang,” ungkapnya.

Aksi yang juga dipelopori ibu – ibu itu berlangsung tegang. Massa yang berusaha masuk ke halaman kantor Walikota Bima ditahan aparat. Upaya masuk pun akhirnya tercapai, namun massa tetap ditahan untuk masuk ke pintu kantor.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan pintu kantor Walikota Bima. Namun puluhan orang Pol PP dan Polisi tetap siaga berada di depan pintu. Walikota dan Wakil Walikota serta pejabat setempat belum ada yang menemui massa aksi.

*Kahaba-05

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *