Dewan Dapat Tambahan Anggaran Rp 4,3 Miliar di APBDP 2017

Kota Bima, Kahaba.- DPRD Kota Bima pada APBD-P tahun 2017 mendapat kucuran tambahan dana sebesar Rp 4,3 Miliar. Penambahan dana tersebut berdasarkan permintaan lembaga dewan untuk membantu pelaksanaan tugas sekretariat dewan dan kegiatan anggota dewan.

Sekretaris DPRD Kota Bima Muhaimin. Foto: Bin

“Benar, tahun 2017 DPRD Kota Bima dapat dana tambahan APBD-P sebesar Rp 4,3 miliar,” ujar Sekwan DPRD Kota Bima Muhaimin, Jumat (21/9).

Muhaimin mengungkapkan, dana tersebut dipergunakan untuk dipakai membantu setiap kegiatan sekretariat dewan, sekaligus guna memperlancar dan mempermudah tugas 25 anggota dewan.

Dijelaskannya, angka miliaran tersebut untuk berbagai item kebutuhan seperti perjalanan dinas, penambahan gaji anggota dewan, perjalanan dinas alat kelengkapan dewan, belanja modal dan biaya medical chek up anggota dewan.

“Dari beberapa item itu, yang paling besar dianggarkan untuk biaya medical chek up. Sesuai dengan PP Nomor 18 Tahun 2017, karena kesehatan anggota dewan menjadi tanggungjawab negara,” jelasnya.

Sebelum itu sambung Muhaimin, medical chek up hanya bisa dilakukan di dalam daerah. Namun dalam aturan yang baru, anggota dewan bisa melakukannya di luar daerah sepanjang masih dalam wilayah NKRI.

Jadi, ketika anggota dewan melakukan medical chek up di luar kota maka sekretariat harus menyiapkan anggaran untuk perjalanan medical chek up tersebut.

Ditanya apakah penambahan anggaran itu merupakan kompensasi dari Rp 2,8 Miliar yang diloloskan untuk Masjid Terapung Amahami ? Muhaimin membantah. Itu tidak ada hubungannya, karena penambahan anggaran dewan disesuaikan dengan kebutuhan. Termasuk soal medical chek up yang berlaku untuk seluruh Indonesia.

“Jadi kami tegaskan, penambahan anggaran untuk dewan ini tidak ada kaitan dengan Rp 2,8 Miliar,” tegasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Sandipanji

    Nidia putri… Apa sh penting itu masjid.. Di bandingkan knds kita sekarang.. Masjid di daerah itu bnyj mba putri yg sholat aja 10orng… Artix g penting msh bnyk yg membutuhkan mba… Atau suruh walikota keluarin perda untk asn sholat di sana pasti rame… Mba putri g kena banjir ya mkx hidupx enak… Mba coba lihat di kmpng saya tdr aja numpang mba.. Atau mba buta ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *