Masyarakat Wawo Antusias Nonton Film G30S/PKI

Kabupaten Bima, Kahaba.- Komandan Rayon Militer (Danramil) Wawo menggelar nonton bareng (Nobar) pemutaran film G30S/PKI di Lapangan Desa Kambilo Kecamatan Wawo, Sabtu (23/9). Nobar tersebut pun ramai diikuti warga setempat.

Ribuan warga saat menonton Film G30SPKI. Foto: Firman

Danramil Wawo Kapten Ismail menjelaskan, pemutaran film G30S/PKI dilaksanakan secara serentak diseluruh wilayah kesatuan RI berdasarkan interuksi Panglima TNI.

“Pemutaran film ini tujuannya untuk mengenang kembali peristiwa kelam bangsa terhadap bahaya PKI, lebih khusus kepada generasi muda, anak sekolah dan kita semua,” ujarnya.

Ismail juga menegaskan pemutaran film ini tidak ada kaitan dengan masalah politik. Film ini juga diputar setelah sekian lama tidak pernah diputar kembali, tidak ada tendensi tertentu.

Terkait ada oknum yang tidak senang terkait pemutaran film ini seperti yang diberitakan oleh media elektronik dan cetak akhir-akhir ini, ia tegaskan mereka ingin membolakbalikan fakta sesungguhnya padahal peristiwa itu fakta.

Jumlah masyarakat yang hadir dalam pemutaran film ini diperkirakan diikuti oleh 1.500 orang, baik anggota Danramil Wawo, Kapolsek Wawo, anak sekolah dan masyarakat umum.

Nurdin (48) warga Desa Kambilo menyampaikan rasa terima kasih kepada Danramil Wawo atas pemutaran film dimaksud. Sebagai warga, dirinya sangat antusias dengan pemutaran film ini disamping berguna bagi masyarakat umum dan anak-anak.

“Mudah-mudahan film ini bisa diputar terus tiap tahun, apalagi sudah sekian lama tidak lagi diputar,” katanya.

Dia melanjutkan, pemutaran film ini sangat berguna bagi generasi dan anak-anak. Generasi bisa  mengetahui sejarah bangsa ini terhadap kejadian mengerikan pada masa lalu.

“Baiknya pemutaran film G30S/PKI diadakan setiap tahun agar anak-anak mengetahui sejarah yang sebenarnya,” ingin Muhtar.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *