Belajar Pengelolaan Sampah, DPRD Kota Bima Kunker di Bekasi

Kota Bekasi, Kahaba.- Jajaran DPRD Kota Bima mulai unsur pimpinan dan semua anggota dewan melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat. Agenda kunjungan ke daerah berjuluk Kota Patriot ini untuk belajar pengelolaan persampahan.

Ketua DPRD Kota Bima saat menyampaikan sambutan pada acara Kunker di Bekasi. Foto: Ady

Kunjungan berlangsung mulai Senin (25/9) hingga Sabtu (30/9) mendatang. Salah satu sasaran kegiatan yakni bertemu dengan Pemerintah Kota Bekasi untuk menggali informasi dan mengetahui metode yang tepat dalam pengelolaan sampah di kota setempat.

Rombongan DPRD Kota Bima dipimpin Feri Sofiyan sebagai Ketua diterima Walikota Bekasi diwakili Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan Kota Bekasi dan beberapa SKPD di Kantor Pemerintah Bekasi pada Rabu (27/9) pagi.

Mengawali pertemuan ini, Feri Sofiyan memperkenalkan satu persatu semua Anggota DPRD. Pihaknya juga membawa serta pejabat dari SKPD teknis, yakni Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Sekretaris Bappeda Kota Bima.

Politisi PAN Kota Bima ini mengaku, kunjungan ke Kota Bekasi merupakan kali kedua selama ia menjabat sebagai Anggota Dewan. Kunjungan sebelumnya sekitar sekitar 5 tahun lalu. Ia bersama rombongan anggota dewan lainnya saat itu belajar banyak hal dari Kota Bekasi.

Ketua DPRD Kota Bima bersama anggota dewan saat menuju lokasi Kunker di Bekasi. Foto: Ady

“Mudah-mudahan kunjungan kali ini, kami mendapat banyak masukan tentang bagaimana pengelolaan persampahan untuk diterapkan di daerah kami,” ujarnya.

Feri kemudian memaparkan gambaran umum Kota Bima dan menjelaskan bagaimana potret pengelolaan sampah di Kota Bima. Baginya, daerah bagian barat telah menjadi referensi daerah bagian timur Indonesia seperti Kota Bima dari aspek laju pertumbuhan ekonomi.

Asisten Bidang Administrasi Pembangunan Kota Bekasi, H Dadang Hidayat menyampai terima kasih kepada Kota Bima yang memilih Kota Bekasi sebagai obyek kunjungan.

Menurutnya, Kota Bekasi dari sisi luas wilayah dan usia daerah tidak beda jauh dengan Kota Bima. Kota Bekasi berdiri di atas lahan seluas 71 ribu hektar sejak 20 tahun lalu. Hanya saja, pembedanya Kota Bekasi meski kecil tetapi dihuni oleh penduduk sebanyak 2,6 juta.

“Kami pun tidak seperti Kota Bima yang punya sumber daya alam dan lahan pertanian. Sumber utama daerah kami hanya dari pajak. Bahkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah kami 40,31 persen dari jumlah APBD berasal dari pajak,” urainya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *