Pengecer Pupuk Bersubsidi Nakal, Izin Terancam Dicabut

Kabupaten Bima, Kahaba.- Terkait sorotan massa aksi soal pengecer pupuk subsidi yang nakal dengan mempermainkan harga, akan disikapi serius oleh dinas terkait. Bahkan rencananya, dalam waktu dekat para pengecer akan dipanggil dan diancam dicabut izin jika diketahui menaikan harga pupuk tidak sesuai HET.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima Mansyur. Foto: Deno

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima Mansyur mengaku sudah mendengar dan mengetahui soal soortan tersebut. Dirinya pun akan segera memanggil para pengecer untuk klarifikasi.

“Kalau memang terbukti mereka nakal, kita cabut izinnya,” tegas Mansyur, Kamis (28/9).

Diakuinya, persiapan pupuk untuk Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sudah ada dan akan memenuhi kebutuhan para petani. Karena pada tahun 2017, pihaknya sudah memasok pupuk dari pupuk kaltim sebanyak 22 ribu ton.

Tidak hanya itu, ada tambahan juga dari bantuan pemerintah pusat melalui gubernur sebanyak 4 ribu ton. Sehingga jumlah pupuk untuk kebutuhan kelompok tani mencapai 26 ribu ton.

“Jadi, persediaan pupuk sudah tidak ada masalah. Hanya saja ini menjadi masalah ketika di tingkat pengecer dan distributor,” ungkapnya.

“Intinya sorotan ini segera kami tindaklanjuti. Karena ulah pengecer ini juga merugikan petani,” tegasnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *