Warga Rontu Hadang Truk Milik Censi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan orang warga Kelurahan Rontu menghadang truk pengangkut batu milik Censi, Sabtu (30/9). Penghadangan itu dilakukan warga, karena ingin batu yang diangkut di tanah milik warga Rontu di Kelurahan Oi Foo tersebut diangkut oleh warga, bukan alat berat milik Censi.

Warga Rontu saat negosiasi dengan Polisi dan pemilik lahan. Foto: Dok. Polres Bima Kota

Humas Polres Bima Kota IPTU Suratno mengatakan, warga menghadang karena masyarakat meminta kepada pengelola atau pemilik tanah agar masyarakat Kelurahan Rontu dilibatkan sebagi buruh untuk mengangkat batu.

Karena perdebatan alot sambungnya, anggota Polsek Rasanae Timur yang dipimpin Kapolsek Rasanae Timur IPTU Rusdin tiba dilokasi dan melakukan upaya pendekatan dan mendiasi antara perwakilan buruh dengan pemilik tanah.

“Setelah mediasi yang juga didampingi Lurah Rontu beserta Bhabin Kamtibmas Kelurahan Rontu, akhirnya diperoleh kesepakatan,” katanya.

Beberapa kesepatan itu sebut Suratno yakni, hari ini proses angkat batu sekitar 40 truk akan dilakukan oleh warga Kelurahan Rontu. Kemudian angkat batu hari selanjutnya, tetap menggunakan alat berat, tapi juga dibantu dengan tenaga buruh. Mengingat batu tersebut dibutuhkan sebanyak 11.500 truk, untuk proyek bronjong di wilayah Kelurahan Rontu dan sekitarnya.

“Setelah kesepakatan bersama tersebut, warga Kelurahan Rontu membuka akses jalan dan menuju lokasi pengangkutan batu untuk bekerja,” tuturnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *