Kumbul: Kasus HMI Tak Tuntas, Copot Jabatan Saya

Kota Bima, Kahaba.- Aksi maraton demontrasi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bima, dalam mengkawal kinerja aparat kepolisian terkait kasus pengerusakan  sekretariat dan penganiayaan oleh preman terhadap empat orang kadernya, akhirnya mendapatkan angin segar dari Kapolres Bima-Kota, AKBP. Kumbul HS.S.Ik.

Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul HS, S.Ik

Dihadapan massa aksi yang berdemo di depan Mapolres Bima-Kota, Rabu (4/4), Kumbul menyatakan siap dicopot bila dalam waktu dekat tidak segera menyelesaikan kasus HMI.

“Pihaknya tetap akan bertindak professional dalam menangani kasus pengerusakan dan penganiyaan yang dilakukan oleh oknum preman yang dialami organisasi HMI, namun proses hukum ada tahapannya serta harus didukung bukti yang kuat,” paparnya.

Lanjut Kumbul, sementara penanganan kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan sejumlah saksi dan korban sudah dilakukan pemeriksaan tinggal pemberkasan dan pengumpulan bukti tambahan. “Tidak ada main mata pihaknya dengan pemerintah apalagi ada niat tidak memproses kasus tersebut, Saya siap dicopot jabatan Saya, bila kasus pengerusakan dan penganiayaan yang dialami HMI tidak dituntaskan secepatnya,” tegasnya.

Lebih dari dua jam HMI berdemo di depan Mapolres, ketika massa HMI ingin menerobos dan menemui langsung Kapolres Bima-Kota, hampir saja terjadi adu fisik dengan aparat yang mengkawal aksi tersebut. Namun, aksi adu fisik dapat di hindari ketika Kumbul langsung menemui para demonstran.

Mendapatkan penjelasan dari Kumbul peserta aksi pun membubarkan diri degan tertib dan siap kembali akan mendatangi Mapolres Bima-Kota untuk melanjutkan aksi bila tidak ada keseriusan.

Diwawancara terpisah, kepada sejumlah wartawan, Kumbul mengaku dari hasil penyelidikan sementara motif pengerusakan dan pembakaran terlatarbelakangi karena masalah pelemparan mobil dinas Wakil Walikota (Wawali) sebelumnya.

“Namun, nama-nama tersangka belum dapat disampaikan saat ini dan yang jelas dalam waktu dekat akan disampaikan kepada publik,” jelasnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. sandi

    ayo buktikan kerja anda pak kumbul, kita sangat mengharapkan kebenaran di masalah ini mudahan bapak bisa menjukan jati diri yg terbaik dalam menghadapi masalah ini…….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *