HMI Bulat Kembali ke Kota Bima untuk Calon Wakil Walikota

Kota Bima, Kahaba.- H. Muh. Irfan (HMI) yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala LPMP NTB Kemendikbud RI menjawab dengan tegas setiap pertanyaan soal rencana mengikuti pesta demokrasi tahun 2018 mendatang.

H. Muh. Irfan bersama Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer. Foto: Dok. LPMP NTB

Jawabannya, HMI menyampaikan dirinya tetap bulat seperti ikhtiar awal, mengikuti pencalonan Walikota dan Wakil Walikota Bima. Dirinya memastikan tetap ikut untuk kembali memberikan pengabdian kepada kampung halaman.

Diakui HMI, banyak pertanyaan yang akhir – akhir ini baik oleh masyarakat, guru – guru, tokoh masyarakat, tokoh agama bahkan akademisi serta birokrat yang ada di Kota Bima maupun Kabupaten Bima. baik bertemu di Mataram atau lewat komunikasi telepon.

“Sesuai perkembangan politik belakangan ini, maka secara tegas saya menyatakan kesiapan saya untuk maju sebagai Calon Wakil Walikota di Pilkada Kota Bima 2018,” tegasnya, Kamis (5/10.

Ditanya akan mendampingi siapa? pejabat yang dikenal ramah dan selalu tersenyum ini hanya menjawab dengan senyum. Menurutnya, layak atau tidaknya ia serahkan pada partai politik dan hasil survey.

“Karena itu ranah politik, maka dalam sehari dua hari ini saya harus turun sosialisasi untuk memantapkan itu semua,” katanya.

HMI juga mengakui, dirinya sudah memutuskan setengah dari masa pengabdiannya di ranah politik. 25 tahun sebagai birokrat, untuk itu dari 2 tahun yang lalu ia sudah berniat kembali mengabdi di tanah kelahiran, Kota Bima.

“kalau ditanya akan berpasangan dengan siapa, media sudah sangat paham akan hal itu. Jawabnya singkat, yang paling penting saat ini bahwa seluruh keluarga besar saya sudah bismillah untuk saya kembali sebagai Calon Wakil Walikota di Pilkada Kota Bima 2018,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *