Pengusaha Ayam Super Terancam Gulung Tikar

Kota Bima, Kahaba.- Para pengusaha ayam super di Kota Bima saat ini terancam gulung tikar. Bagaimana tidak, ayam yang biasanya lancar dibeli pengusaha warung makan lokal tersebut kini terhenti.

Salahuddin, pengusaha ayam super saat memberi makan ayam. Foto: Deno

Penyebabnya, pengusaha warung makan kini sudah membeli ayam super yang didatangkan dari daerah luar, seperti Sumbawa dan Lombok yang jauh lebih murah.

Salah satu pengusaha ayam super Salahudin asal Rabadompu Barat mengeluhkan kondisi bisnis tersebut. Pasalnya, ayam yang sudah bisa dipanen masih memenuhi kandang.

“Langganan yang biasa datang membeli kini sudah beralih ke ayam dari Sumbawa dan Lombok yang lebih murah. Tentu saja kami merugi,” ujarnya, Kamis (5/10)

Ia mengakui, ayam super yang biasa dijual dengan Rp 40 ribu per ekor. Sementara harga ayam super dari Sumbawa dan Lombok jauh lebih murah sekitar Rp 35 ribu hingga Rp 38 ribu.

Untuk itu Salahudin bersama pengusaha ayam lainya sangat berharap pada pemerintah untuk mengontrol harga ayam dari luar daerah. Bila perlu dibuatkan peraturan daerah, agar bisa mengatur supaya harga tidak merugikan pengusaha lokal.

Hal senada juga disampaikan Roy, pengusaha ayam super itu di kelurahan lain juga mengeluhkan kondisi ayamnya yang tidak kunjung laku dibeli. Padahal beberapa pekan lalu sudah bisa dipanen.

“Kita pusing pak, mana pakan sekarang tidak murah,” keluhnya.

Dirinya juga berharap yang sama seperti Salahuddin. Pemerintah bisa mengambil peran dan memperhatikan pengusaha ayam super di Kota Bima. Karena jika kondisi dagang terus begini, maka semua pengusaha ayam super gulung tikar.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *