Soal Sita Erny, Mantan Kepala Dikbud dan BKD Enggan Berkomentar

Kota Bima, Kahaba.- Tak adanya tindakan dan proses yang dilakukan Pemerintah Kota Bima terhadap mantan Kabid PNFI Dikpora (sekarang Dikbud) Hj. Sita Erny, seolah menunjukan pemerintah setempat tak memiliki daya dan upaya. Padahal, yang bersangkutan sudah divonis bui 8 tahun sejak tahun 2013 lalu.

Mantan Kepala BKD Muhtar Landa dan mantan Kepala Dinas Dikpora Suryadi. Foto: Istimewa

Pada tahun 2013 lalu, urusan ini mestinya pemerintah bisa bersikap melalui kepala Dikpora Kota Bima Suryadi dan kepala BKD (Sekarang BKPSDM) Muhtar Landa. Namun pemerintah seolah membiarkan hingga tahun 2017, dan yang bersangkutan tetap bisa menikmati gaji sebagai ASN.

Lantas bagaimana komentar Suryadi dan Muhtar Landa saat dikonfirmasi soal itu?

Mantan Kepala Dinas Dikpora Suryadi yang dikonfirmasi mengaku sudah lupa masalah itu karena sudah lama. Ditanya lebih jauh, Suryadi menjawab dirinya belum bisa memberikan komentar karena lagi cuti pulang menunaikan ibadah haji.

Demikian juga dengan mantan kepala BKD Muhtar Landa yang coba dimintai keterangan, memilih untuk tidak berkomentar.

“Saya baru pulang dari menunaikan ibadah haji, dan masih dalam suasana cuti. Tunggu saja kami masuk kantor dulu,” elaknya, Jumat (6/10).

Sebelumnya, Kepala Dinas Dikbud Kota Bima H. Alwi Yasin yang ditanya masalah itu mengaku tahun 2013, dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris Dinas Dikpora. Tapi saat itu, ia bersama staf pernah berusaha mencari Sita Erny hingga ke Jakarta dan Surabaya.

“Setelah tidak masuk kantor selama satu bulan, kami pernah coba menghubungi via seluler. Menanyakan kondisi serta keberadaan Sita Erny. Tapi saat itu Sita Erni menjawab sedang sakit dan dirawat di rumah sakit Siloam,” katanya, baru – baru ini.

Saat mencari di Rumah Sakit Siloam Jakarta sambungnya, ternyata tidak ada pasien bernama Sita Erny. Begitu pula ketika mencari di Surabaya dan sekitarnya, yang bersangkutan tidak pernah ditemukan.

“Karena tidak ada hasil, kami pulang Kota Bima dan melapor ke Kadis Dikbud yang saat itu di jabat oleh Suryadi, serta Kepala BKD (Sekarang BKPSDM) dijabat Muhtar Landa. Agar menjadi bahan evaluasi untuk diberikan tindakan,” jelasnya.

Setelah menyampaikan laporan untuk diproses lebih lanjut, tapi hingga saat ini belum ada tindakan dan proses yang telah dilakukan. Tapi karena sudah mencuat di media oknum ASN telah divonis penjara, pihaknya akan memproses secepatnya.

 

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Sandipanji

    Ini pejabat kok pura2 gila ya.. Mudahan pulang haji g gila benaran wkwkwk. Alasan lupa krn naik haji wkwkwkw.. Pejabat klo saya saran mending jadi tukang pejaga kandang ayam lebih bermanfaat…. Mana berani bicara siapa sita erny kan dia sepupu penguasa mau jabatan di non job… Ya pura2 jadi orang gila asal jabatan aman….. Wkwkwkkk atau gara2 naik haji dgn uang kantor jadi lupa urusan kantor wkwhhhhh kasihan amam pny ortu yg gila malu ahhh pny ortu yg pura2 gila

  2. Sandipanji

    Enak bgt klo g ada media g di proses…. Lucu ya jawabanx… G masuk kerja bebas donx klo ngitu wkwkwk… Yg satu krn naik haji jadi lupa ingatan pura2 jadi orang gila… Harusx naik haji makin pintar dan tobat ini makin jadi bohongx…. Naik haji maki uang kantor kali lama2 lupa nama kantor mudahan allah mendegar doa haji kalian pejabat wkwekwek harusx pulang hajib ya bertobat lah… Takut ma sepupu sita erny yg jadi penguasa di kota bima ini….. Enak bgt jadi sepupu penguasa bisa bebas masuk kntr

  3. Che guevara

    buat Sandi panji…
    komentar anda saya perhatikan
    sangat akurat dan mengenai target berita…

    anda memang pembaca yang tahu dan cerdas…
    dan bisa menelaah setiap persoalan…

    mantapp…

  4. Sandipanji

    Mas che guavara… Klo niat baik pasti akan berbuah hasil… Ini saatx allah menunjukan kebusukan pejabat sekarang… Muthar landa anak semata wayang penguasa tp setelah naik haji jadu lupa ingatan… Mudahan dia lupa jgn nama istri dan anakx krn baru ada rahmat orang2 yg munafik…. Untk alwi dia takut bicara krn dulu pernah ada kasus wanita.. Untk suryadin pernah di non job…. Apa mereka mau bicara untuk sebuah jabatan klo harus non job…. Ya disinilah mereka di uji apa jabatan atau hati nurani yg dipilih… Pilih penguasa atau allah. Wkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *