5 Tahun Sakit dan tidak Punya Uang, Ina Bodi Hanya Berobat Tradisional

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ina Bodi, begitu orang-orang disekitarnya biasa memanggil nenek berusia 61 satu tahun ini. 5 tahun sudah nenek yang memiliki nama lengkap Jubaidah ini mengidap penyakit Hipertiroid alias Gondok.

Jubaidah bersama suami. Foto: Yadien

Kesehariannya, nenek yang beralamat di Desa Mpuri Kecamatan Madapangga itu hanya menjual udang rebon basah dengan penghasilan yang tidak seberapa. Penghasilannya yang pas-pasan itu membuat dirinya tidak mampu ke rumah sakit untuk berobat.

Sarafiah, anaknya kepada media ini mengisahkan, sebenarnya keluarga pernah membawa Ina Bodi ke RSUD Dompu, April lalu. Setelah diperiksa, dokter yang menangani menyarankan untuk memeriksa di laboraturium klinik Prodia.

“Setelah diperiksa di Prodia, kami diharuskan membayar biaya Rp 850.000. Karena uang tidak cukup, kami masih utang sampai sekarang sebesar Rp 50.000,” ceritanya saat didatangi media ini, Minggu (8/10).

Setelah dari klinik sambungnya, Ina Bodi disuruh tebus obat di Apotek dan disarankan untuk ke Mataram. Karena tidak ada uang, Ina Bodi kembali ke rumah, tanpa membawa pulang obat dan ke Mataram.

“Kami langsung pulang karena tidak punya uang,” ujarnya.

Tidak berselang lama, orang tuanya kemudian dibawa ke RSUD Bima, dengan harapan bisa mendapatkan kesembuhan. Namun di RSUD Bima juga menyarankan agar dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah Bali.

Lagi – lagi karena tidak memiliki biaya, niat untuk mendapatkan kesembuhan pun urung diraih. Kendati memiliki BPJS, namun dirinya mengaku tidak memiliki biaya untuk hidup di Bali.

“Kami tidak punya uang untuk ke Bali,” katanya.

Karena tidak punya uang, Ina Bodi hanya berusaha berobat tradisional dengan obat oles. Harapannya, penyakit yang bersarang di lehernya tersebut bisa hilang. Namun keadaan berkata lain, semakin hari penyakitnya semakin parah dan gondoknya semakin membesar. Sehingga membuat ina bodi sudah tidak manpu menahan rasa sakit dan berhenti berjualan.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *