Panwascam tidak Berintegritas, Picu Konflik Saat Pilkada

Kabupaten Bima, Kahaba.- Personil Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dituntut harus, berintegritas, paham aturan dan menguasai tugas. Sebab jika banyak personil pengawas di lapangan tidak berintegritas, maka bisa turut memicu konflik saat Pilkada.

Jajaran Panwaslu Kabupaten Bima saat Focus Group Discussion (FGD). Foto: Ady

Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Kamis (12/10) di Hotel Kalaki Kabupaten Bima.

“Selama ini kami menemukan beberapa personil Panwascam di lapangan tidak paham tugas. Mereka hanya petantang-petenteng saja dengan identitasnya,” kritik Syaiful, perwakilan media massa yang terlibat sebagai peserta FGD.

Menurut Syaiful, personil Panwascam model begini malah sangat beresiko dan justru dapat memicu konflik di tengah masyarakat. Karena saat menerima laporan dan pengaduan masyarakat hanya bisa diam tidak dapat mencari solusi.

“Karena itu, saya berharap berhubung sekarang ada rekrutmen Panwascam, Panwaslu betul-betul memilih personil yang berintegritas, berkompeten dan paham tugas,” ujar Wartawan Bima Ekspres ini.

Menanggapi hal ini, Komisioner Panwaslu Kabupaten Bima, Junaidin mengapresiasi masukan dari masyarakat demi penyelenggaraan demokrasi yang lebih baik.

“Tentu kami akan pilih personil yang punya kredibilitas, terbaik dan memiliki semangat kerja tinggi. Mereka juga harus paham aturan dan bisa bersinergi dengan masyarakat,” jelas Junaidin singkat.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *