Pemuda Lewirato Kecewa Dengan Walikota

Kota Bima, Kahaba.- Selasa (2/10/2012) sore, masyarakat kelurahan Lewirato menggelar acara Halal bi Halal dengan Walikota Bima, H. Qurais H. Abidin. Kegiatan itu berlangsung sekitar pukul 16.30 Wita. Awalnya tempat kegiatan telah disediakan dengan menggunakan terop di jalan kelurahan setempat. Karena gerimis hujan saat itu, kegiatan pun dialihkan di dalam mesjid.

Suasana rapat Karang Taruna Lewirato/foto: NDL

Kegiatan itu berjalan lancar mulai dari pembukaan hingga penyampaikan oleh Ketua LPM Kelurahan Lewirato. Setelah itu, para pemuda yang hendak menyampaikan aspirasi dalam wadah Karang Taruna sempat kecewa karena tak diberikan kesempatan untuk berbicara.

Salah seorang Pemuda, Faharudin (29), kepada Kahaba mengaku kecewa dengan sikap Walikota yang langsung meninggalkan tempat kegiatan dan tidak memberikan kesempatan pada keterwakilan pemuda untuk menyampaikan aspirasinya. “Walikota yang sadar tak perlu menunggu dari pembawa acara, beliau kan bisa menanyakan pada pemuda, apa ada yang bisa dibantu untuk anak muda Lewirato. Kalau kita sabotase, terkesan kita kurang ngajar lagi nantinya,” keluh Faha.

Ia melanjutkan, padahal pemuda sudah mempersiapkan untuk menyampaikan aspirasi pemagaran kuburan dan permohonan lahan untuk lapangan sarana olahraga kepada Walikota. “Semestinya, penyerapan aspirasi kalangan muda harus menjadi point tersendiri bagi pemerintah ketika mengunjungi kantung massa. Walikota terkesan menunjukkan kepeduliannya namun tidak pada semua kalangan. Walikota hanya membangun citra politik dalam rencana program dan bantuan yang akan diturunkan di Kelurahan Lewirato, namun tak mau menyerap aspirasi para pemuda,” sorotnya.

Dari pantauan Kahaba, para pemuda yang tergabung di Karang Taruna Lewirato terlihat aktif dalam beberapa kegiatan sosial. Karena insiden tak diberikan kesempatan itu, setelah selesai acara, mereka sangat kecewa dan bergumam di belakang. Kursi dan peralatan kegiatan lainnya yang akan mereka rapikan seuasai acara, dibiarkan begitu saja.

Pembawa acara, H. Abubakar menjelaskan, kesempatan penyampaian oleh keterwakilan pemuda memang tak ada dalam konsep acara. “Dalam agenda acara, tak ada item untuk Karang Taruna menyampaikan aspirasi ke Walikota,” ujarnya.

Kehadiran walikota dalam kegiatan itu menjanjikan sejumlah program. Diantaranya bantuan untuk masjid SMA Negeri 2 Kota Bima, pengaspalan gang dan pemberian dana bakulan kepada masyarakat. Bantuan itu baru di atas kertas dan belum langsung berupa uang. “Semoga janji Walikota itu dapat direalisasikan secepatnya,” ujar Fera salah seorang Ibu Rumah Tangga, kepada Kahaba, Selasa, 2 Oktober 2012. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *