Pencuri 3 Karung Tramadol Harus Segera Ditangkap, Bahaya Tramadol itu Beredar

Kota Bima, Kahaba.- Polisi diminta segera menangkap kelompok pencurian 3 karung obat Tramadol di kantor lama Kejaksaan Negeri Bima. Jika tidak, maka sangat berbahaya Tramadol sebanyak 3 karung itu beredar di Bima.

Ribuan butir Tramadol diamankan. Foto: Dok. Polres Bima Kota

“Berbahaya jika tidak segera ditangkap kelompok pelaku itu. 3 karung Tramadol tersebut akan terus beredar dan dikonsumsi oleh generasi,” kata anggota DPRD Kota Bima Nazamudin, Selasa (17/10).

Menurut dia, aksi kelompok pencuri itu terbilang nekad. Apalagi saat melancarkan aksinya menggunakan senjata tajam dan senjata. Atas insiden itu, pihaknya mendorong polisi untuk segera mengungkap siapa aktor pencuri dan menjebloskannya dalam penjara.

Pihaknya juga menduga, aksi pencurian itu dilakukan terencana dan sistematis. Karena sangat mengenal lokasi tempat penyimpanan barnag bukti, serta kondisi kantor kejaksaan.

“Maka dari itu pihak berwajib harus bergerak cepat dan tangkap para pelaku,” desaknya.

Ketua DPD PKPI Kota Bima itu menduga, hilangnya barang bukti itu ada kaitannya dengan kasus penangkapan Tramadol. Sebab, hanya Tramadol yang hilang. Sementara barnag bukti lain tidak diambil.

“Dugaan kami, ada bandar yang turut terlibat,” duganya.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Kota Bima Anwar Arman mengaku aksi pencurian tersebut membuatnya prihatin dan miris. Sebab di saat pemerintah dan lembaga penegak hukum menyatakan perang melawan narkoba dan obat-obatan terlarang, justeru ada oknum yang menciderainya.

“Miris, pencuri melakukan aksi di lembaga hukum, yang jaraknya juga tidak jauh dari kantor kepolisian,” sesalnya.

Oleh karena itu, mengingat pihak kejaksaan banyak menangani proses hukum dan juga barang bukti. Maka sudah selayaknya sistem keamanan ditingkatkan.

“Siapkan sarana  dan prasarana penunjang seperti security dan CCTV, maka dipastikan aksi pencurian bisa diminimalisir,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *