Setelah Direnovasi, Kantor SKB Bima Kini Nyaman Ditempati

Kabupaten Bima, Kahaba.- Setelah sekian lama menempati kantor lama dengan kondisi yang terbatas, kini Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bima yang berlokasi di Desa Kanangan Kecamatan Bolo, sudah direnovasi dan sudah nyaman ditempati.

Kepala SKB Bima Khairunnisa. Foto: Yadien

Kepala SKB Bima Khairunnisa menyampaikan, anggaran renovasi kantor tersebut diperoleh dengan tidak mudah. Sebab, sejumlah tahapan harus dilalui. Seperti penyusunan RAB dan gambar oleh konsultan yang diajak kerjasama, kemudian mengajukan proposal dan melewati kompitisi proposal. Setelah melewati perbaikan yang didampingi direktorat, proposal yang diajukan pun bisa diterima.

“Kami mengajak kerjasama konsultan yang bersertifikat. Untuk bisa mendampingi kami selama proses pengajuan proposal,” ujarnya, Kamis (19/10).

Kata Khairunnisa, setelah membuat MoU dengan direktorat, dana kemudian bisa dicairkan. Pihaknya kemudian menggelar rapat bersama semua panitia pelaksana renovasi pembangunan yang terdiri dari dirinya sebagai penanggungjawab, konsultan sampai tukang yang akan mengerjakan renovasi.

“Agar semuanya paham bagaimana cara bekerja yang sesuai dengan panduan dan RAB yang ada,” katanya.

Kepala SKB Bima mengaku sangat bersyukur atas direnovasinya kantor SKB. Menurutnya buah dari renovasi tersebut, semua pegawai di SKB Bima bisa bekerja dengan maksimal dan nyaman.

“Biasanya kalau siang begini sudah panas sekali, tapi setelah direhab sekarang sudah sejuk,” kata perempuan yang bergelar Sarjana Sosial itu.

Khairunnisa berharap semoga dengan direnovasinya kantor SKB Bima akan memicu semua pegawai termasuk diri agar lebih semangat dalam bekerja untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Semoga ini menjadi motivasi agar semuanya bisa bekerja lebih keras lagi,” harapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *