Bahas Peran Ormas, Kementerian Pertahanan RI Gelar FGD di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Strategi Pertahanan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan RI, bekerjasama dengan Dinas Kesbangpol Kota Bima menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang keberadaan ormas dalam rangka mendukung pertahanan nirmiliter bersama unsur TNI, Polri, Perguruan Tinggi, dan Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kota Bima.

Kementerian Pertahanan RI saat FGD di Kota Bima. Foto: Hum

Kegiatan digelar di ruang rapat Walikota Bima Rabu (18/10) dan dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Bima H Arahman H Abidin.

Hadir dalam kegiatan tersebut ketua tim Litbang Strategi Pertahanan Balitbang Kementerian Pertahanan RI Laksma TNI Agus Rustandi, Dandim 1608/Bima Yudil Hendro, Kepala Bagian Binmas Polres Bima Kota M. Yamin, Kepala Dinas Kesbangpol Kota Bima M. Fathoni, Kepala Dinas Pol PP dan PMK Kaharudin, pimpinan Perguruan Tinggi STISIP-Mbojo dan STIH Bima serta pimpinan Ormas Kota Bima.

Wakil Walikota Bima dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim peneliti Balitbang Kementerian Pertahanan RI. Topik FGD yang diangkat tentang keberadaan Ormas dalam rangka mendukung pertahanan nirmiliter sangat relevan dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.

Tantangan tersebut antara lain, tingginya angka penyalahgunaan narkotika; konflik horizontal antar berbagai kelompok masyarakat; dan gerakan radikal yang berpotensi menyebarkan paham dan melancarkan aksi terorisme.

“Pengamanan bangsa saat ini bukan hanya menjadi tugas dan tanggungjawab TNI saja tetapi elemen yang tidak kalah penting adalah organisasi kemasyarakatan. Jika diberdayakan dengan tepat, maka Ormas dapat memberikan peran yang sangat signifikan dalam upaya kontrol sosial dan Kamtibmas,” ujar Arahman.

Selain itu, Ormas juga memiliki kemampuan dalam membentuk opini masyarakat. Apalagi tahun 2018 Kota Bima melaksanakan Pilkada, media social kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan hoax dan ujaran kebencian. Peran ormas sangat diharapkan.

“Di sinilah Ormas bisa berperan untuk menyampaikanm informasi dan pembinaan kepada anggota masyarakat, agar bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif,” harapnya.

Sementara itu, ketua Tim Litbang Strategi Pertahanan Balitbang Kementerian Pertahanan RI Laksma TNI Agus Rustandi menyampaikan bahwa sebelum di Kota Bima kegiatan FGD sudah di laksanakan di Jakarta, Makassar, Palembang, dan Banjarmasin untuk mengumpulkan data dan informasi terkait permasalahan yang menghambat pertahanan nirmiliter di daerah sebagai bahan kajian untuk mengatasi potensi konflik agar stabilitas daerah terjaga dengan baik. Selain itu mendorong peran serta Ormas dalam mendukung pertahanan nirmiliter di daerah.

Diakuinya, Kementerian Pertahanan tidak bersinggungan langsung dengan organisasi masyarakat, tetapi secara kepentingan demi tegaknya Negara Kesatuan RI, Kementerian Pertahanan berperan untuk memberdayakan ormas. Walaupun yang menjadi komponen utama dalam menegakkan pertahanan nirmiliter adalah Kementerian Pertahanan sendiri.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Bima Achmad Fathoni menambahkan, pertemuan FGD tersebut digelar guna membahas beberapa permasalahan yang terjadi di daerah. Seperti penyalahgunaan narkoba, gerakan radikal hingga paham garis keras. Dengan adanya berbagai macam permasalahan tersebut, maka sudah semestinya seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Membantu pemerintah dan aparat penegak hukum, untuk bersatu menjaga keutuhan negara.

Bila seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas dapat diberdayakan dengan tepat. Maka dapat memegang peranan penting, dalam melakukan upaya penegakkan kamtibmas dan kontrol sosial.

“Peran ormas sangat penting, dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sehingga tercipta suasana kondusif, aman dan damai,” katanya.

Dijelaskan mantan kepala Inspektorat itu, kehadiran Balitbang Kementerian Pertahanan RI dalam kegiatan FGD turut membantu daerah untuk mendorong peran pemerintah dalam memberdayakan ormas.

“Dalam mewujudkan perdamaian, maka pemerintah beserta seluruh elemen masyarakat dan lembaga penegak hukum untuk bekerja sama. Dalam mewujudkan kehidupan harmonis dan tenteram,” tambahnya.

*Kahaba-01/Hum

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *