Bertahun-Tahun Warga Songgela Krisis Air Bersih

Kota Bima, Kahaba.- Bertahun – tahun rupanya warga RT 25 Lingkungan Songgela Kelurahan Jatiwangi kesulitan air bersih. Jika hendak minum dan mencukupi kebutuhan air sehari – hari, mereka terpaksa harus mengambil di RT tetangga. Bahkan, mengeluarkan receh untuk sekedar bisa mendapatkan air.

Istaman, wakil Ketua RT 25 menyampaikan aspirasi saat reses dewan. Foto: Bin

Kesulitan itu diungkap Ketua RT 25 saat menyampaikan aspirasi dihadapan anggota DPRD Kota Bima Dapil I Kecamatan Asakota yang menggelar reses, Minggu (22/10). Kata dia, hanya satu hal yang ingin diminta yakni pemerintah memperhatikan warganya yang kesulitan air bersih.

“Sudah bertahun – tahun kami kesulitan dapat air bersih pak. Sehari – hari kami ambil air di RT tetangga. Itupun kadang kami beli,” ucap dengan terbata – bata.

Ia ingin, kesulitan air bersih yang dirasakan warganya tersebut bisa menjadi perhatian serius pemerintah. Agar sehari – hari kebutuhan air bisa terpenuhi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Istaman, wakil Ketua RT 25. Di RT nya paling miskin air bersih. Sebab, air di wilayahnya selama ini terasa sangat asin karena dekat dengan laut.

Untuk itu, mewakili warga setempat ia meminta agar pemerintah bisa mengaliri air di Diwu Macan di atas gunung hingga ke pemukiman warga. Jika tidak, maka warga setempat tetap krisis mendapatkan air bersih.

“Mohon kami dibantu pak dewan. Kami butuh air bersih untuk hidup,” pintanya.

Dia menambahkan, jumlah Kepala Keluarga (KK) di RT 25 lebih dari 50 orang. Warga sebanyak itupun setiap harinya kesusahan untuk bisa mendapatkan air bersih.

Menjawab aspirasi warga setempat, Anggota DPRD Kota Bima M. Nor berjanji akan memperjuangkannya. Karena air bersih merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup.

“Aspirasi ini akan kami prioritaskan. Kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah eksekutif,”” janjinya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *