Warga Lewi Jatibaru Minta Jembatan, Talud dan Aspal Jalan

Kota Bima, Kahaba.- Beragam aspirasi yang disampaikan warga Lingkungan Lewi Kelurahan Jatibaru, saat reses anggota DPRD Kota Bima Dapil Kecamatan Asakota, Senin (23/10). Kendati kegiatan tersebut diguyur hujan, warga setempat antusias menyampaikan keinginan kepada para wakil rakyatnya.

Anggota DPRD Kota Bima Dapil I saat serap aspirasi di Lingkungan Lewi Kelurahan Jatibaru. Foto: Bin

Seperti yang disampaikan M Nor Nurdin, Lingkungan Lewi semakin lama semakin meluas. Pihaknya pun membutuhkan jembatan untuk menghubungkan antara lingkungan yang satu dengan lingkungan lain. Seperti RT 13 dan RT 14, butuh jembatan untuk akses warga.

“Kalau musim hujan seperti ini, jembatan sangat penting sekali. Untuk itu, kami mohon buatkan jembatan untuk penghubung antara lingkungan di Lewi,” pintanya.

Dirinya juga berharap talud sepanjang Lingkungan Lewi dan Spaga yang belum sempat dituntaskan agar bisa diselesaikan. Mengingat musim hujansudah tiba, maka banjir dari gunung menjadi ancaman.

Warga lain Darwis meminta agar dewan memperjuangkan pembuatan jalan baru beberapa bagian di lingkungan setempat. Sebab, jika anak – anak berangkat sekolah menuju jalan raya, harus melompat pagar kebun dan pemukiman warga.

Dirinya juga meminta agar drainase di RT 15 bisa diperbaiki kembali. Proyek hasil reses tahun sebelumnya itu tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Jika ari gunung sudah turun, maka akan masuk ke pemukiman warga.

Menanggapi aspirasi warga, anggota DPRD Kota Bima M Nor berjanji akan memperjuangkan aspirasi warga Lingkungan Lewi pada anggaran tahun 2018 nanti.

“Aspirasi ini akan kami sampaikan dan perjuangkan saat pembahasan APBD tahun 2018 nanti,” janjinya.

Soal jembatan menurut duta PAN itu merupakan kebutuhan yang sangat penting. Permintaan warga soal itu pun akan diprioritaskan. Kemudian aspirasi soal jalan baru, dirinya meminta agar warga bisa menorehkan tanda tangan persetujuan pemberian lahan. Jika itu sudah ada, maka tidak sulit dibuat jalan baru untuk kepentingan umum.

“Masalah talud, nanti akan kita sampaikan juga. Karena soal sungai menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi NTB,” katanya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *