Reses di Lewirato dan Penatoi, Warga Minta Dana Rumah Hanyut dan Dana Bergulir

Kota Bima, Kahaba.- Setelah menggelar reses di Kelurahan Tanjung dan Sarae, 11 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima menggelar reses untuk Kelurahan Lewirato dan Penatoi di Aula SMAN 2 Kota Bima, Minggu (22/10).

Reses dewan di Kelurahan Lewirato. Foto: Eric

Memulai penyampaian aspirasi, Burhan warga Kelurahan Lewirato mempertanyakan bantuan untuk rumah warga yang roboh dan hanyut akibat banjir bandang Desember tahun lalu.

“Sebagai lembaga yang mengawasi dan mengontrol kinerja eksekutif, apa benar bantuan bedah rumah ini sudah turun, atau belum. Karena yang kami lihat saat ini, ada dana bantuan bedah rumah yang telah turun,” katanya.

Sementara itu tokoh perempuan Kalisom, meminta kepasa lembaga dewan agar di tahun 2018 dapat dikucurkan dana bakulan dan dana bergulir untuk Usaha Kecil Menengah (UKM). Guna membantu modal usaha warga agar bisa berkembang maju

Sebab saat ini, banyak pedagang kecil mengandalkan pinjaman dari tengkulak (rentenir). Sehingga sulit mengembalikan pinjaman, karena bunganya sangat besar.

“Pedagang terpaksa meminjam kepada tengkulak, karena sudah tidak ada jalan lain,” keluhnya.

Menanggapi aspirasi masyarakat, Ketua DPRD Feri Sofiyan menuturkan, untuk dana bantuan korban banjir, memang sampai saat ini belum mendapat respon oleh pemerintah pusat. 25 anggota dewan juga sudah menghadap Komisi VIII DPR RI untuk menyampaikan permohonan bantuan dimaksud. Tapi sampai saat ini, belum ada kejelasan.

“Bantuan dana rumah hanyut dan rusak berat akibat banjir sampai saat ini belum ada kejelasan. Tapi tetap akan kami lalukan komunikasi dan koordinasi, karena ini menyangkut kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan dana bedah rumah yang saat ini dikerjakan sambungnya, merupakan bagian dari dana RLTH. Dimana dan itu telah di usulkan setahun yang lalu, sebelum banjir datang.

Sementara terkait dana bakulan dan dana bergulir, kata duta PAN tersebut akan menjadi atensi dan di upayakan terealisasi di tahun depan. Tentu melalui dinas teknis yang menangani langsung program dana bantuan untuk usaha kecil menengah.

“Kami akan mendorong eksekutif untuk memprogramkan dana bantuan tersebut. Agar masyarakat bisa menerima manfaat untuk pengembangan usaha,” janjinya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *