Reses di Lewi Jambu Melayu, Dewan Diminta Tepati Janji

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Dapil I Kecamatan Asakota mengakhiri reses masa sidang III di Lingkungan Lewi Jambu Kelurahan Melayu, Selasa (24/10). Kegiatan yang rutin digelar tiap tahun itu dihadiri ratusan warga setempat.

Reses Anggota DPRD Kota Bima di Lewi Jambu Kelurahan Melayu. Foto: Bin

Pada kesempatan menyampaikan aspirasi, anggota dewan yang hadir dikritik oleh warga setempat. Doputaibang, meminta wakil rakyat jangan hanya berjanji. Karena aspirasi yang pernah disampaikan pada reses sebelumnya di lingkungan lain Kelurahan Melayu, belum juga direalisasikan.

Seperti permintaan normalisasi sungai dan jalan pinggir sungai. Kemudian aspal jalan di lingkungan Lewi Jambu, hingga saat ini belum juga diwujudkan. Sementara sekarang sudah memasuki musim hujan, wargra pun tidak tenang karena banjir besar yang pernah melanda Kota Bima akhir tahun 2017.

“Permintaan normalisasi sungai, jalan pinggir sungai dan aspal jalan lingkungan pernah saya sampaikan pada reses sebelumnya. Tapi hingga saat ini belum diwujudkan. Kami jangan terus diberi janji pak dewan,” sorotnya.

Menurut Dopu, sapaan akrabnya, jika tidak anggaran yang besar untuk normalisasi sungai. Minimal pemerintah mengeruk sungai di Lewi Jambu yang kain hari kian dangkal. Jika upaya itu tidak dilakukan, air akan meluap dan menggenangi rumah warga.

Dopu juga mengeritik pemerintah yang saat ini terus mengaspal jalan – jalan diatas gunung. Sementara jalan di lingkungan tidak pernah diperhatikan.

“Digunung tidak ada orang yang lalu lalang pak. Di jalan lingkungan kami ini, kondisinya masih tanah, tapi dilewati orang dan kendaraan setiap saat,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, warga lain Khadijah meminta agar dewan mengupayakan bantuan pupuk, jagung biji 18, obat semprot. Selain itu, diminta agar dana bakulan bisa kembali diberikan kepada pedagang kecil, untuk tambahan modal.

Menanggapi aspirasi tersebut, anggota dewan M Nor menjelaskan, soal sungai mulai Kelurahan Jatibaru – Melayu sepanjang 10 Kilometer pada awal tahun 2018 akan dikerjakan.

“Sekarang lagi proses analisa dampak lingkungan. Kita berdoa bersama, semoga dikerjakan awal tahun 2018,” harapnya.

Soal jalan di lingkungan Lewi Jambu sambung Nor, pekerjaan itu sudah dimasukan dalam anggaran. Karena adanya pemangkasan pada tahun 2017 sebesar puluhan miliar. Maka pekerjaannya ditunda.

“Tapi Insya Allah awal tahun 2018 juga mulai dikerjakan. Karena sudah kita masukan dalam item pekerjaan,” tuturnya.

Kemudian, anggota dewan lain Khalid yang menjawab aspirasi bantuan untuk petani mengaku, pihaknya berjanji akan mengupayakan.

“Saya Ketua Pemuda Tani di Kota Bima. Permintaan akan kami realisasikan,” janjinya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *