7 Standar Nasional Pendidikan NTB Diatas Rata-Rata Nasional

Mataram, Kahaba.- Sebagai Kepala LPMP NTB, H Muh Irfan akhir tahun ini mendapat kado indah. Pasalnya, dari 8 standar nasional pendidikan, 7 standar diraih oleh NTB di atas rata-rata nasional.

Kepala LPMP bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Foto: Dok. Lpmp NTB

Kepada media ini Irfan mengatakan, LPMP NTB selaku unit pelaksana teknis Kemdikbud di daerah bertugas dan berfungsi mengawal 8 standar nasional pendidikan di daerah, serta ikut membantu meningkatkan mutu pendidikan di daerah.

Adapun 8 standar nasional pendidikan tersebut, standar kelulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan dan standar pembiayaan.

“Dari 8 standar tersebut, hanya standar sarana prasarana pendidikan saja yg masih di bawah capaian rata-rata nasional. Sementara 7 standar lainnya di atas capaian rata-rata nasional,” ungkap Irfan, Jumat (27/10).

Untuk itu, pria yang mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota Bima tahun 2018 itu berharap kepada pemerintah Kabupaten dan kota se-NTB untuk mencukupkan sarana prasarana pendidikan di daerah masing-masing dari dana APBD selain dari dana dekosentrasi dari pusat.

Menurut Irfan, 7 standar pendidikan yang telah dicapai di atas capaian rata-rata nasional tersebut menggambarkan bahwa pendidikan di NTB sudah meningkat. Hasil tersebut merupakan raport dan kado akhir tahun bagi LPMP NTB bersama dengan dinas pendidikan provinsi serta pemerintah Kabupaten dan kota di NTB.

“Hasil ini atas kerjasama semuanya di bidang pendidikan dan seluruh stake holder pendidikan di NTB . Selaku kepala LPMP sebagai perwakilan Kemdikbud di daerah, ukuran keberhasilannya adalah bagaimana daerah bisa mencukupkan standar-standar pendidikan nasional,” tambah Irfan.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *