Pasca Konflik, Kapolda dan Gubernur Hadir di Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pasca insiden terbakarnya pemukiman warga Godo Kecamatan Woha, Selasa (2/10), mengundang kehadiran Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu, 3 Oktober 2012. Kapolda dan Gubernur NTB beserta rombongan tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahudin Bima sekitar pukul 11.54 Wita.

Para pekerja media yang mewawancarai Kapolda, Brigjen (Pol) Mochamad Irawan/foto: Sopyan

Kapolda NTB, Brigjen (Pol) Mochamad Irawan yang ditemui sejumlah pekerja media hadir di Bima dalam rangka membangun rekonsiliasi konflik sekaligus mengupayakan memberi rasa aman bagi warga pasca konflik antar kampung. Kata irawan, konflik antar kampung harusnya tidak terjadi jika para pihak mampu mengendalikan diri.

“Masyarakat harus bisa menahan emosi. Biarlah hukum yang bekerja atas segala persoalan sosial yang ada,” ujar pengganti Brigjen (Pol) Arif Wachyudin, yang baru dilantik 21 September 2012 lalu itu.

Senada dengan Kapolda, Gubernur NTB, Tuan Guru H. M. Zainul Majdi, MA menilai konflik ini sungguh menciderai kesopanan dan budaya masyarakat NTB yang beragama. Sebagian masyarakat kita cenderung mengedepankan nafsu dan emosional dalam membangun komunikasi dan kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Berangkat dari hal-hal sepele, masyarakat kita mudah terprovokasi. Padahal satu dan yang lainnya masih dalam ikatan saudara.

“Saya cukup prihatin dengan kejadian konflik antar kampung yang terjadi akhir-akhir ini khususnya di Kabupaten Bima. Semoga kejadian ini untuk yang terakhir kalinya,” harap Gubernur yang biasa disapa dengan panggilan Tuan Guru Bajang itu.

Kapolda dan Gubernur langsung menemui warga Godo. Saat pertemuan berlangsung, sejumlah masyarakat Godo menuntut pertanggungjawaban atas kerugian yang mereka alami. Setelah pertemuan, Gubernur NTB langsung kembali terbang ke Mataram dengan pesawat yang sama saat menuju Bima. Kapolda beserta rombongan lainnya masih di Bima dan terus mengupayakan rekonsiliasi konflik antar kampung yang bertikai. [E*/C*/BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *