Pemuda Banyak Terjerumus Narkoba dan Tramadol, IMM Gedor Pemerintah

Kota Bima, Kahaba.- Peringatan momentum sumpah pemuda di Kota Bima dilakukan dengan beragam cara. Selain lewat upacara bersama di halaman Kantor Pemerintah Kota Bima, sebagian mahasiswa juga mengekspresikannya lewat aksi demonstrasi di jalan, Senin (30/10) pagi. Seperti ditunjukan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima.

IMM Cabang Bima saat aksi memperingati sumpah pemuda di depan Kantor Kejaksaan, Senin pagi. Foto, Ady

Mahasiswa dengan ciri khas almamater merah ini menggelar aksi di simpang empat Gunung Dua Kota Bima, Kantor Kejaksaan Negeri Raba Bima, Kantor Pemerintah Kota Bima dan Kantor Pemerintah Kabupaten Bima.

Dalam aksinya, IMM mengangkat sejumlah isu dan persoalan kedaerahan yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Diantaranya, tentang semakin maraknya peredaran minuman keras (miras), narkoba dan tramadol. Tiga hal ini dinilai telah mengancam kehidupan generasi muda.

“Karena itu kami meminta Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima mengeluarkan kebijakan tegas untuk memberantas peredaran miras, narkoba maupun obat-obat terlarang lainnya dalam bentuk peraturan daerah,” desak Muhammad Farhan, perwakilan massa aksi.

Menurutnya, miras, narkoba maupun tramadol saat ini telah menjadi ancaman nyata bagi generasi muda. Tak bisa dipungkiri, sebagian besar pelaku yang terjerumus ke dalam bahaya barang haram ini adalah para pemuda. Apabila pemerintah tidak segera mengambil langkah tegas, maka dinilainya kehancuran generasi akan semakin besar.

“Pemuda makin banyak terjerumus narkoba dan tramadol. Semboyan Bima yang dikenal Maja Labo Dahu kini mulai bergeser menjadi Damaja Labo Da Dahu Dan Dambalu,” sindirnya.

IMM juga mengeritik motto Bima RAMAH (Religius, Aman, Makmur, Amanah dan Handal) yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Bima. Motto ini dinilai masih jauh dari harapan karena masih banyak persoalan yang tidak mencerminkan nilai motto tersebut.

“Masalah kriminal, pembunuhan, pembacokan, pencurian sepeda motor, pelecehan seksual, pergaulan bebas, perkelahian antar kampung, terjadi dimana-mana dan tak mampu lagi dibendung pemerintah,” kritiknya.

Untuk itu, IMM menuntut pemerintah daerah lebih peka serta meningkatkan intervensi dalam mengantasi berbagai persoalan yang terjadi sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

*Kahaba-03

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *