2 Warga Kembali Ditangkap Densus 88 di Ambalawi

Kabupaten Bima, Kahaba.- 2 warga kembali ditangkap Datasemen Khusus (Densus) 88 di Kecamatan Ambalawi, Selasa (31/10) malam. Keduanya diduga terlibat membantu persembunyian 2 warga Kelurahan Penatoi yang tewas tertembak kemarin. (Baca. 2 Orang Tewas Ditembak di Desa Mawu Ambalawi)

Ilustrasi

Informasi dari warga Ambalawi, Sandy penangkapan terjadi di 2 lokasi berbeda. Sekitar Pukul 19.55 Wita penangkapan pertama bertempat di depan toko H Mustakim jalan raya di Dusun Nipa RT 001 RW 008 Desa Nipa Kecamatan Ambalawi. (Baca. 2 Warga yang Ditembak, Terkait Penembakan Polisi)

Oknum pelaku itu, awalnya datang ke toko H Mustakim dan meminta air minum kepada anaknya bernama Adi dan diberikan. Adi juga sempat menawarkan makan namun oknum pelaku yang belum diketahui identitasnya ini menolak. (Baca. Lurah Penatoi Benarkan 2 Warganya Tewas Ditembak di Mawu Ambalawi)

“Adi lanjut menanyakan mau kemana lalu dijawab mau jenguk keluarga yang sakit di Puskesmas Ambalawi. Tak lama kemudian datang Anggota Densus 88 langsung menangkap pelaku tersebut dan dibawa menuju Kota Bima,” ceritanya kepada Kahaba.net, Rabu (1/11) pagi.

Pada waktu bersamaan di lokasi berbeda, Sandy juga mendapatkan informasi bahwa Anggota Densus 88 menangkap oknum pelaku lainnya berinisial AH di rumahnya di Dusun Dana Bura RT 002 Desa Nipa Kecamatan Ambalawi. Namun oknum tak berada di rumah, aparat hanya menemukan istrinya inisial SH dan menanyakan keberadaan suaminya.

“Anggota Densus 88 sempat membawa istri AH dengan menggunakan mobil lalu diturunkan di tengah jalan dikembalikan karena AH sudah ditangkap,” akunya.

AH ditangkap sekitar Pukul 21.10 Wita bertempat di Dusun Dana Bura RT 002 Desa Nipa Kecamatan Ambalawi dan dibawa ke Kota Bima.

Sementara itu, Camat Ambalawi, Ishaka Hasan yang dihubungi membenarkan adanya penangkapan 2 warga di wilayah Kecamatan Ambalawi. Namun, ia tak tahu persis bagaimana kronologis dan identitasnya.

“Iya memang benar ada penangkapan. Tadi malam kejadiannya. Informasi detailnya saya kurang tahu,” kata Camat.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *