Panwaslu Beberkan Temuan Tahapan Seleksi PPK dan PPS

Kabupaten Bima, Kahaba.- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bima menemukan beberapa kejanggalan hasil pengawasan di lapangan dalam tahapan seleksi PPK dan PPS yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua Panwaslu Kabupaten Bima Abdullah. Foto: Firman

“Hasil pengawasan kami menemukan sejumlah calon PPK dan PPS yang punya hubungan darah dan keluarga dekat di wilayah seleksi yang sama. Seperti hubungan suami dan istri, bapak dan anak,” beber Ketua Panwaslu Kabupaten Bima, Abdullah kepada Kahaba.net, Minggu (5/11).

Seperti temuan di Desa Naru Kecamatan Sape kata Abdullah, ada calon PPS yang lulus seleksi administrasi dan tes tertulis merupakan suami dan istri. Di kecamatan lain juga ditemukan bapak dan anak sama-sama calon PPK.

“Kalau mengacu pada UU Nomor 15 tahun 2011 dan UU Nomor 10 tahun 2016 yang menjadi acuan rekrutmen, itu tidak boleh karena melanggar aturan,” ungkapnya.

Sementara tahapan yang sedang berjalan lanjutnya, sudah masuk tahapan tes wawancara. Namun, KPU tidak memberikan jeda waktu bagi masyarakat untuk menyampaikan tanggapan terhadap calon PPK dan PPS yang lulus tahapan administrasi maupun tes tertulis.

“Kami akan memanggil KPU agar memberikan klarifikasi, kalaupun calon peserta hasil temuan kami lulus sampai akhir,” ujar dia.

Makanya sebelum terlambat kata Abdullah, pihaknya mengingatkan kepada KPU sebagai langkah pencegahan agar lebih selektif. Jangan sampai begitu selesai tes wawancara nanti langsung diumumkan peserta yang lulus tanpa ada evaluasi.

Tak hanya soal temuan itu, Panwaslu juga mengeritik bentuk koordinasi KPU selama tahapan yang sudah berjalan. Begitu selesai tahapan seleksi administrasi PPK dan PPS, tidak ada salinan hasil seleksi yang disampaikan oleh KPU.

“Secara lisan memang ada koordinasi itu, bahkan kami ikut mengawasi proses seleksi. Tapi kami juga perlu mendapatkan nama-nama itu agar kami juga mengetahui dan bisa mengawasi,” kata dia.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *