PMDS Ajak Pemkot Lawan Pelaku Ujar Kebencian di Medsos

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Persatuan Mahasiswa Donggo Soromandi (PMDS) Bima menggelar aksi damai di depan Kantor Walikota Bima, Selasa (7/11). Aksi damai yang turut dikawal anggota Pol PP mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) Bima bersama untuk melawan pelaku ujaran kebencian (hate speech).

PMDS saat aksi di depan Kantor Walikota Bima. Foto: Eric

“Dalam waktu 2 bulan terakhir. Masyarakat Donggo dihadapkan pada 3 kasus ujaran kebencian, yang dilakukan oknum mahasiswa. Tentu ini sangat melanggar, dan menodai kehidupan bermasyarakat,” ujar Koordinator lapangan, M Rizky.

Rizky menjelaskan, dalam pernyaataan sikap yang dijadikan bentuk aspirasi PMDS mengaku bangga sebagai suku Donggo yang merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat Bima dalam bingkai NKRI. Dengan tetap menjaga kearifan lokal, sebagai bagian jati diri berbineka tunggal ika.

“Kita tahu ujaran kebencian sangat merugikan, dan dapat memecah belah persatuan. Maka dari itu, selain mengajak pemerintah Kota dan Kabupaten Bima. Juga mendorong pihak kepolisian, untuk bertindak dan menangkap pelakunya,” akunya.

Maka dari itu, atas kejadian yang menimpa masyarakat etnis Donggo. Meminta kepada bapak Walikota Bima, untuk memberikan himbauan kepada masyarakat. Agar tidak melakukan ujaran kebencian, kepada golongan masyarakat dan juga terhadap suku tertentu.

“Kemarin suku Donggo yang diujari kebencian, maka yang ditakutkan akan meluas ke suku maupun golongan masyarakat lain. Untuk itu, pemerintah daerah juga harus terlibat dalam mengajak masyarakat agar tidak melakukan ujar kebencian,” tandasnya.

Walikota Bima melalui Plt. Sekda H Syamsudin berterimakasih atas aksi yang dilakukan PMDS. Karena misi melawan ujaran kebencian, merupakan tugas semua pihak.

“Atas nama pemerintah Kota Bima, sangat mengapresiasi atas aksi damai dari PMDS. Karena selain mengajak melawan pelaku ujar kebencian, sekaligus mendorong aparat untuk menangkap pelaku,” tegasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *