Tuntut Ganti Rugi, Warga Godo Masih Blokir Jalan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Saat kedatangan Kapolda dan Gubernur beserta rombongan di Godo, Rabu (3/10/2012) sore tadi, warga sempat membuka blokir jalan. Tak semua akses jalan dibuka. Warga hanya membuka pemblokiran yang terletak di bagian timur saja.

Warga Godo blokir jalan, Rabu (3/10/2012) pagi/foto: Cen

Sepulang Gubernur dan Kapolda NTB, kondisi seluruh akses jalan kembali diblokir warga Godo. Tindakan pemblokiran warga Godo selain terpicu dari ketidakpuasan atas jaminan pengamanan yang tidak dilakukan pihak kepolisian. Mereka pun menuntut ganti rugi kepada pemerintah.

Salah seorang warga, Suaeb (40), yang dihubungi Kahaba, Rabu (3/10/2012) malam ini, bercerita, di Godo semua akses jalan kembali diblokir. Penutupan dilakukan oleh pemuda Godo hingga malam ini. Kemungkinan pemblokiran tetap dilakukan hingga menunggu janji pemerintah segera teralisasi.

Lelaki yang rumahnya ikut terbakar tersebut menjelaskan, semua warga Godo telah kembali. Ada 88 rumah yang hangus terbakar dan sekitar 50-an rumah yang masih layak huni. “Rumah warga Godo yang masih baik kondisinya rata-rata terletak disebelah utara jalan negara, termasuk rumah Sekretaris Camat Palibelo. Saya sendiri sekarang tinggal di rumah orang tua,” ujar Suaeb via ponselnya.

Dirinya mengaku, pemerintah telah menurunkan bantuan berupa dapur umum. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bima membantu masing-masing KK dengan mie satu dos, selimut dan kompor.

Gebernur yang saat itu hadir menumui warga Godo menjanjikan akan menyelesaikan masalah ini secepatnya. Namun bagi Suaeb, secepatnya ini harus diperjelas kapan tanggal dan waktunya. Dia berharap pemerintah segera memberikan solusi dan ganti rugi terhadap insiden yang menimpa warga Godo. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *