Didukung Gerindra dan PKS, Sutarman: Saya tidak Rela 2 Partai itu Diambil Orang

Kota Bima, Kahaba.- Bakal calon Walikota Bima H Sutarman H Masrun menggelar konferensi pers di Villa Kosambo Kelurahan Mande, Minggu malam (12/11). Pertemuan itu digelar untuk memastikan dirinya tetap ikut pada kontestan Pilkada Kota Bima 2018.

H Sutarman saat konferensi pers di Villa Kosambo. Foto: Bin

Sutarman mengakui, beberapa bulan terakhir dirinya dianggap tidak serius ikut mencalonkan diri. Bahkan hadir manuver-manuver dan fitnah. Yang sangat parah, di media sosial dirinya dituding telah kalah sebelum berperang.

Namun ia menegaskan, jika tudingan – tudingan yang diarahkan kepadanya tidak benar. Sebab, dirinya dipastikan ikut pada pesta demokrasi tahun depan.

“Dari awal saya sudah sampaikan, saya tetap ikut Pilkada Kota Bima tahun 2018,” tegasnya.

Soal partai, Sutarman awalnya terlihat malu – malu untuk menyampaikannya. Namun setelah dicerca dengan pertanyaan agar dirinya tidak lagi dinilai tidak serius ikut pencalonan. Sutarman mengaku sudah membangun komunikasi sejak dulu dengan Partai Gerindra dan PKS.

“Ya gimana ya, tapi memang ini harus sampaikan. Saya sudah didukung Gerindra dan PKS. Hanya saja belum ada SK. Artinya, masih ada peluang terjadi dinamisasi. Tapi saya juga tidak ingin 2 partai yang sudah saya bangun komunikasi sejak awal itu diambil orang,” ungkapnya.

Sutarman juga mengakui, soal partai selain Gerindra dan PKS, juga ada beberapa partai lain yang akan datang merapat. Ia meyakini itu, sebab komunikasi hingga saat ini masih terus dinamis.

“Ini saya terbuka saja, tapi saya juga tidak ingin mengelaim. Saya hanya ingin menyampaikan ini dengan cara yang jujur,” terangnya.

Terhadap kondisi partai yang sudah ada di depan mata. Dirinya menegaskan kepada Sahabat Haji Sutarman (SHS) untuk bisa menahan diri dan tidak ikut berdinamika dalam pengelaiman partai. Tinggal menunggu saja waktunya yang tepat untuk disampaikan kepada publik.

Ditanya soal calon wakil walikota, Sutarman juga masih terlihat malu untuk mengungkapkan. Tapi setelah terus dipancing dengan pertanyaan. Dirinya mengaku calonnya yakni pengusaha yang ada di Kota Bima dan berdomisili di wilayah timur Kota Bima.

“Calon di wilayah timur tentu menjadi representasi warga di wilayah timur yang selama ini cenderung tidak diberikan perhatian yang maksimal,” tuturnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *