Inovasi Soal Tramadol, Widya Dapat Penghargaan Tingkat Provinsi

Kota Bima, Kahaba.- Prestasi membanggakan diraih Widyanti. Perempuan yang mengabdi di Puskesmas Mpunda meraih predikat Tenaga Kesehatan Teladan Apoteker Perwakilan Kota Bima tingkat Provinsi NTB.

Widyanti menunjukan penghargaan yang diraihnya di tingkat Provinsi. Foto: Dok Widya

Atas inovasinya dengan tema Gerakan Masyarakat Sehat Melalui Kelompok Peduli Remaja Anti Tramadol. Ibu dua anak itu menerima penghargaan dari Wakil Gurbernur NTB M Amin di Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

“Saat memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN ) ke-53, saya meraih penghargaan sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Apoteker Perwakilan Kota Bima,” ujarnya kepada media ini, Senin (13/11).

Karena prestasinya, Widya mendapatkan uang tunai sebesar Rp 10 juta dan satu unit kendaraan roda dua.

Widya mengaku, dirinya membuat program pembinaan dan pendampingan langsung kepada pemuda yang ketergantungan terhadapTtramadol. Objek sample nya dilakukan di Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda.

“Awalnya saya menjalankan kegiatan ini tidak mudah. Saya harus datang dari rumah ke rumah, mengajak masyarakat menghadiri sosialisasi yang saya lakukan. Bahkan beberapa warga tolak, karena dikira saya mata-mata polisi,” ungkapnya.

Namun dengan pendekatan yang baik dan terus diberi pemahaman, Widya berhasil merangkul seluruh pemuda kelurahan setempat. Baik yang pernah menggunakan Tramadol atau pun yang belum sama sekali.

Widyanti bersama Wakil Gubernur NTB M Amin. Foto: Dok Widya

“Pada akhirnya pemuda antusias, bahkan dari kalangan ibu rumah tangga yang kuatir anaknya menjadi korban tramadol juga menyambut gembira,” kata perempuan yang menyandang gelar  SFar Apt itu.

Selama beberapa pekan lamanya, Widya terus melakukan penyuluhan, pembinaan dan pendampingan terhadap masyarakat di Kelurahan Sadia. Ia pun percaya, apa yang dilakukannya tidak akan sia – sia. Terbukti, kini ia bisa membuat karya yang mengantarkannya meraih prestasi  di tingkat Nasional dan bisa ke istana negara untuk bertemu langsung dengan Presiden RI Joko Widodo.

“Alhamdulillah, selain di tingkat Provinsi, inovasi saya ini juga mengantarkan saya bertemu dengan bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Widya, profesi apoteker tidak hanya berada dibalik obat-obatan. Tapi juga bisa beraksi nyata ditengah-tengah masyarakat.

Prestasi yang dilakukan Widya ini tentu harus menjadi pemantik untuk tenaga kesehatan lain. Sebagai abdi masyarakat, harus membuat gebrakan nyata.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Rama

    Syukr alhamdulillah sedikit bnyk generasi penerus bangsa dpt terselamtkn dr penyalah gunaan tramadol, semoga bukan hanya di NTB aja tp di daerah2 lain nya dpt mencontoh tindakn mbk Widya,
    Selamat ya mbk Widya semga bsa jdi pelopor bt yg lain .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *