Rumah Cita Gelar Dialog Publik Damai Bima Untuk Indonesia

Kota Bima, Kahaba.- Lembaga Rumah Cita kembali menggelar Dialog Publik Damai Bima Untuk Indonesia. Kegiatan digelar di Aula Kantor FKUB Kota Bima, Senin (19/11) mengangkat topik Penguatan Partisipasi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Untuk Meningkatkan Kerukunan Antar Umat Beragama.

Dialog Publik Damai Bima Untuk Indonesia yang digelar Rumah Cita. Foto: Ady

Direktur Rumah Cita Bima, Muhamad Yunus mengatakan, dialog publik bertujuan untuk mencari model yang tepat dalam upaya penanganan konflik di Bima dan menguatkan partisipasi tokoh untuk meningkatkan kerukunan hidup antar umat beragama.

Kegiatan yang digelar jelas Yunus, dilatarbelakangi kegelisahan Rumah Cita melihat tren konflik dan kekerasan yang kerap terjadi di Bima belakangan ini. Pihaknya menilai konflik selalu berulang dengan faktor penyebab yang hampir sama.

Namun sayangnya lanjut dia, kehadiran para tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk mengurai dan menjembatani penyelesaian konflik hampir tidak pernah dirasakan. Ia melihat penyebabnya karena terjadi krisis keteladanan tokoh sehingga tidak ada lagi yang didengar masyarakat.

“Tokoh agama hanya kita lihat pada dua tempat, yakni di mimbar masjid sekali seminggu dan di acara pengajian atau do’a. Tetapi saya tidak menemukan kehadiran tokoh agama dalam upaya penyelesaian konflik,”  ujarnya.

Untuk itu, Ia berharap melalui dialog publik yang digelar narasumber dan peserta dapat mengurai akar konflik yang terjadi sekaligus melahirkan solusi untuk upaya mendorong kembali partisipasi tokoh agama dan tokoh masyarakat di Bima.

Pada pembukaan kegiatan ini hadir Kepala Kemenag Kota, H Munir sekaligus membuka acara, Ketua FKUB Kota Bima, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bima dan para narasumber. Peserta kegiatan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, OKP, BEM dan pelajar SMA.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *