Antisipasi Konflik, Pemkot Larang Organ Tunggal Malam

Kota Bima, Kahaba.- Hiburan malam kerap menjadi pemicu konflik. Karena gesekan fisik antar warga saat joget berujung pada perkelahian yang kemudian menjadi konflik antar kampung. Beberapa hari terakhir, fenomena tersebut sering terjadi baik di Kota dan Kabupaten Bima.

Hal ini menarik perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kota Bima. Kamis (4/10/2012), Kepala Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat, dan Politik (Kesbanglinmaspol), Drs. M. Nor Madjid, MH menegaskan, akan berkordinasi dengan berbagai pihak terkait, untuk tidak memberikan izin pada acara hiburan organ tunggal di malam hari. Langkah ini  sebagai bentuk antisipasi konflik sejak dini.

Kepala Kesbanglinmaspol Kota Bima, Drs. M. Nor Madjid,MH. Foto: Bin Kalman

Kepada Kahaba, ia mengungkapkan, beberapa insiden bentrokan antar warga yang terjadi di Kabupaten Bima bukan mustahil juga akan terjadi di daerah lain. Untuk itu, Kota Bima sedini mungkin akan melakukan tindakan pencegahan agar gesekan terbuka antar kelompok masyarakat tidak terjadi.

Menurut Nor, acara hiburan organ tunggal, khususnya yang diselenggarakan pada malam hari sering menjadi pemicu konflik antar pemuda. Untuk itu, Kesbanglinmaspol akan berkoordinasi dengan seluruh perangkat pemerintah lainnya, untuk mengevaluasi ijin acara hiburan organ tunggal pada malam hari.

“Organ tunggal pada malam hari untuk sementara akan dilarang di Kota Bima. Ini harus dilakukan karena hiburan ini sering menjadi embrio keributan antar kampung. Apalagi dalam pelaksanaan organ tunggal itu kental dengan mengkonsumsi minuman keras,” tegas Nor ketika ditemui Kahaba di kantornya.

Kesbanglinmaspol dan aparat pemerintahan setingkat kelurahan dan kecamatan akan mengidentifikasi daerah-daerah rawan konflik, dan melakukan pencegahan sedini mungkin jika bibit-bibit perselisihan ditemukan.

Untuk mempercepat akses informasi mengenai kondisi kamtibmas di Kota Bima, Nor dan jajarannya akan menurunkan personil informannya di beberapa titik yang teridentifikasi rawan konflik. “Dengan adanya informan, maka informasi tentang gejala konflik bisa cepat diketahui dan cepat pula langkah antisipasi konfliknya,” ujarnya.

Kegiatan pesta demokrasi dalam pemilu juga rawan terjadi gesekan-gesekan horizontal antar masyarakat. Tahun 2013 mendatang, masyarakat Kota Bima akan melaukakan Pemilihan Kepala Daerah. Ia berharap, suksesi itu berjalan damai dan lancar. “Pada pelaksanaan Pemilihan Walikota Bima tahun 2013 mendatang, Kesbanglinmaspol bertekad untuk mengusahakan terwujudnya pemilukada yang aman dan damai tanpa konflik antar warga,” janji Nor. [BK/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *