Panwaslu Kota Bima Segera Bentuk Gakkumdu

Kota Bima, Kahaba.- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bima akan segera membentuk Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), agar bertugas menangani pelanggaran pidana pada Pilkada Kota Bima dan Provinsi NTB tahun 2018.

Ketua Panwaslu Kota Bima Sukarman. Foto: Ady

Ketua Panwaslu Kota Bima Sukarman menjelaskan, pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan membahas pembentukan Sentra Gakkumdu. Nama-nama pun telah disusun, tinggal disahkan melalui surat keputusan sehingga bisa segera menyusun program kegiatan.

“Setelah nanti terbentuk, Gakkumdu dalam aturan baru ini akan berkantor di Sekretariat Panwaslu. Berbeda dengan aturan sebelumnya, hanya koordinasi ketika ada gelar perkara kasus saja,” jelas Sukarman di ruang kerjanya, Rabu (22/11).

Tugas Gakkumdu kata dia, akan fokus untuk menangani dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu Walikota dan Wakil Walikota dan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018. Sedangkan untuk pelanggaran yang bersifat administratif tetap akan ditangani Panwaslu.

Adapun struktur Gakkumdu lanjutnya, Dewan Penasehat diisi Ketua Panwaslu, Kapolres dan Kajari Raba Bima. Pembina diisi Kasat Reskrim, Komisioner Panwaslu dan Kasi Pidum Kejaksaan. Koordinator di bawah diisi Kasi Intel kejaksaan, perwakilan kepolisian dan Panwaslu. Sisanya anggota, yang juga diisi tiga komisioner Panwaslu.

“Jadi untuk Komisioner Panwaslu selain mengisi struktur di atas, juga sebagai anggota karena nanti saat proses klarifikasi dan gelar perkara tetap terlibat bersama,” terang Sukarman.

Ia menambahkan, Gakkumdu siap menjalankan dengan maksimal sesuai kewenangan dan tugas untuk menangani dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu. Namun demikian, ia berharap kerjasama semua pihak terutama peserta pemilu nantinya agar selalu menaati aturan yang sudah ditetapkan.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *