Syarat Dukungan Pasangan Subhan – Wahyudin Mulai Dihitung

Kota Bima, Kahaba.- KPU Kota Bima telah menerima syarat minimal dukungan pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Bima dari jalur independen Subhan – Wahyudin, Minggu (26/11). Penyelenggara Pemilu tersebut pun sudah mulai menghitung dan segera mengabarkan kepada tim pasangan bakal calon sejumlah kekurangan yang hadir dilengkapi. (Baca. Subhan Wahyudin Serahkan Syarat Dukungan Pasangan Perseorangan Ke KPU)

Ketua KPU Kota Bima Bukhari. Foto: Bin

Ketua KPU Kota Bima Bukhari mengakui, pihaknya sudah menerima syarat administrasi yang diserahkan pasangan bakal Subhan – Wahyudin berupa surat pernyataan pendukung dan lampiran KTP atau B1-KWK.

“Hari ini langsung dihitung, apakah sudah sesuai dengan yang disyaratkan oleh KPU atau tidak, yakni sebanyak 10.435 dan sebarannya apakah sudah memenuhi syarat minimal di 3 Kecamatan. Perhitungan sampai tanggal 1 Desember,” ujarnya.

Jika hari ini sudah selesai dihitung, pihaknya akan menerbitkan keputusan. Jika sudah memenuhi syarat minimal, maka akan KPU akan menyerahkan tanda terima dan berita acara serta surat keputusan untuk dilanjutkan pada verifikasi administrasi dan faktual.

“Kalau hari ini hasil perhitungannya tidak memenuhi syarat minimal, maka kita akan terbitkan berita acara pengembalian ke bakal pasangan calon untuk dilengkapi sampai tanggal 29 November 2017,” katanya.

Ia menegaskan, proses yang dilakukannya saat ini bukan verifikasi. Tapi masih dalam proses penerimaan dan perhitungan syarat minimal dukungan dari bakal calon perseorangan.

Bukhari menambahkan, hari ini pihaknya baru menerima syarat dukungan dari Subhan – Wahyudin. Rencananya besok Senin (27/11) akan hadir pasangan perseorangan Taufik – Usman AK, kemudian Sudirman – Syaifuddin.

“Semoga saja besok tidak ada halangan,” harapnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *