2 Tahun Kenzo Melawan Penyakit Langka, Bocah ini Minum 2 Galon Sehari  

Kota Bima, Kahaba.- Namanya Kenzo, bocah 3 tahun asal RT 03 RW 01 Lingkungan Benteng Kelurahan Melayu Kota Bima itu sudah 2 tahun melawan penyakit langka yang dideritanya. Kenzo divonis menderita penyakit yang hanya diderita oleh 3 orang di Indonesia. Salah satunya adalah Kenzo.

Kenzo saat dirawat usai operasi di RS Sanglah Bali. Foto: Istimewa

Anak kedua pasangan Suprapto Wibowo dan Jihan Agustin saat ini dirawat di RS Sanglah Bali. Menunggu kesembuhan yang diharapkan akan segera tiba. Pasca di operasi dengan membelah kepala, kondisi Kenzo terlihat membaik. Namun, tetap harus dilakukan kemoterapi 2 kali dalam sebulan. Sekali kemo, orang tuanya harus mencari uang sebanyak Rp 3 juta.

Suprapto pun mengutarakan penderitaan anaknya tersebut kepada media ini. Kata dia, sekitar umur 1 tahun, Kenzo sering mengeluh sakit perut. Karena dikira sakit biasa, mereka pun memoles dengan Minyak Telon.

Beberapa hari kemudian, kondisi fisik anaknya mulai menurun. Tapi, perutnya mulai membesar. Dibawa ke RSUD Bima, dokter mengaku tidak ada penyakit yang diderita. Tapi sebulan kemudian, peristiwa tak biasa ditunjukan Kenzo.

Bermula saat dirinya membeli air minum galon pada pagi hari. Siang harinya sekitar pukul 12.00 Wita, air di galon habis diminum. Siangnya di beli lagi, malam harinya pun habis. Awalnya dia tidak mengira jika air itu habis diminum Kenzo.

“Karena ingin cari tahu apakah benar Kenzo yang minum, paginya lagi saya beli dan mengontrol siapa yang menghabiskan air minum. Dugaan saya benar, rupanya anak saya minum 2 galon sehari,” katanya.

Merasa aneh, dirinya pun membawa kembali Kenzo ke RSUD Bima dan menceritakan ke dokter soal anaknya yang minum air 2 galon sehari. Karena dokternya tidak percaya, anaknya tersebut disuruh rawat.

“Dokter awalnya heran. Tapi saat dibuktikan dengan membeli air 1 galon dan habis diminum, baru dokternya percaya,” tutur pria asli Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur itu.

Karena dinilai aneh sambungnya, Kenzo disuruh rujuk ke RS Mataram sekitar November 2015. Tenaga medis di RS Mataram angkat tangan  dan tidak bisa berbuat banyak. Kemudian disuruh rujuk ke RS Sanglah Bali.

Tiba di Bali kata dia, dokter mengambil sample di sum sum tulang belakang Kenzo, kemudian dikirim ke Singapura. Mereka pun menunggu hasilnya hampir 5 bulan. Setelah itu, baru diketahui anaknya menderita penyakit Tumor Otak, Diabeter Insipidus, Sel Darah Langka, Traminitus Fungsi Hati.

Kenzo terbaring usai di operasi. Foto: Istimewa

“Kata dokter ini penyakit langka. Di Indonesia, hanya 3 orang yang menderita penyakit tersebut. Salah satunya Kenzo,” ucapnya.

Seperti dunia runtuh, mendengar pernyataan dokter soal penyakit yang diderita Kenzo, ia dan istrinya hanya bisa menangis dan pasrah. Apa yang harus dilakukannya, beragam pertanyaan berkecamuk dalam pikiran. Sementara semua sudah dijual untuk mengharapkan kesembuhan anaknya.

Satu – satunya cara tutur Suprapto, anaknya harus dioperasi. Kemudian pada bulan Februari 2016, kepala Kenzo dibelah. Operasi pun berjalan lancar. Namun, yang membuatnya merasa harus bekerja keras mencari uang, beberapa obat yang harus dibeli karena diluar tanggungan BPJS.

“Pakai BPJS hanya untuk biaya operasi dan rumah sakit. Tapi obat-obatan ada sebagian dibeli. Kemudian harus dilakukan kemoterapi yang sekali dilakukan harus dibayar sebanyak Rp 3 juta,” sebutnya.

Sekarang, tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh Suprapto. Semuanya sudah habis terjual. Yang tersisa hanya satu unit sepeda. Saat ini pun ia mencari orang yang bisa membeli sepedanya.

Ditanya apakah sudah mendapat bantuan dari pemerintah, ia menjawab pernah dulu disuruh orang membawa surat ke Dinas Kesehatan Kota Bima dan diberikan uang sebanyak Rp 2 juta.

Saat ini, ia akan bekerja apapun untuk kesembuhan anaknya. Asalkan Kenzo yang saat ini juga ditangani oleh RHI Bali bisa kembali bisa bermain dan menikmati masa – masa kecilnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. guntur

    Allah maha adil. Maha bijaksana. Allah tdk akan menguji umatx di luar kemampuan. SEMANGAT.. Yakinlah di setiap kesempitan pasti ada jln. Dan mgkn dgn adanya kahaba net ini adalah jln. Terima kasih jg terhadap seluruh relawan semoga amal baik sdr yg ikhlas di ijabah oleh allah. Amiiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *