Kemenag Kota Bima Gelar Workshop Pengembangan Simpenais

Kota Bima, Kahaba.- Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima melalui Seksi Binmas Islam menggelar Workshop pengembangan Sistem Informasi Manajemen Penerangan Agama Islam (Simpenais), Selasa (28/11). Kegiatan ini dibuka secara resmi Kepala Kemenag Kota Bima, H Munir.

Workshop Pengembangan Simpenais Kemenag Kota Bima. Foto: Ady

Kegiatan ini diikuti oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) dan Penyuluh Agama Honorer (PAH) lingkungan Kantor Kemenag Kota Bima. Sebagai narasumber yakni Kasi Binmas Islam Kemenag Kota Bima, H Eka Iskandar Z, Ketua Kelompok Penyuluh Agama (Pokjaluh) Kota Bima, Musthofa Umar dan Staf Kasi Penais Kanwil Kemenag NTB, Masdi.

Kasi Binmas Islam Kemenag Kota Bima, H Eka Iskandar Z menjelaskan, Simpenais merupakan inovasi yang dilakukan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag RI dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja lembaga layanan publik.

Inovasi ini kata H Eka, berbasis aplikasi elektronik Penyuluh Agama Islam (e-PAI) menggunakan android atau smarphone. Bertujuan memudahkan pemantauan kinerja para penyuluh Agama Islam yang tersebar di seluruh Kota Bima.

“Selain Simpenais juga ada e-Kinerja Penyuluh. Dua Aplikasi ini bertujuan mempermudah akses data keagamaan dan wadah komunikasi antar Penyuluh Agama,” jelasnya.

Lalu apa saja isi aplikasi Simpenais? Dikatakannya, Simpenais berisi 17 data-data keagamaan, diantaranya Penyuluh Agama PNS dan Non PNS, Majlis Taklim, Ormas Islam, Qori dan Qoriah, Mufassir mufassiroh, Dewan Hakim, dan lain lain.

Simpenais juga menyimpan data data penyuluh by name by address yang dapat di lacak keberadaanya dan bisa terkoneksi langsung dengan para pengambil kebijakan. Ia berharap melalui workhsop yang digelar, para peserta bisa memahami apa yg di sampaikan dan bisa mewujudkan data yang siap di sajikan kepada publik secara jelas dan valid.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *