Coffee Morning Menggunakan APBD

Kota Bima, Kahaba.- Pertanyaan Panwaslu Kota Bima dan sebagian anggota DPRD Kota Bima soal anggaran yang digunakan oleh bakal calon dari petahana akhirnya terjawab. Pada pertemuan antara dewan, Panwaslu dan KPU, Selasa (28/11) diungkapkan bahwa kegiatan tersebut menggunakan APBD Kota Bima. (Baca. Dewan, Panwaslu dan KPU Bahas Kegiatan Coffee Morning Bakal Calon Petahana)

Dewan, Panwaslu dan KPU saat membahas soal kegiatan Coffee Morning. Foto: Bin

Pada saat pertemuan itu, Ketua Panwaslu Kota Bima Sukarman mengaku pihaknya masih menelusuri sumber anggaran kegiatan tersebut. Jika menggunakan APBD, maka pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan memberi tindakan jika saat kegiatan Wakil Walikota Bima selaku bakal calon petahana menyisipkan kegiatan politik dan melakukan kampanye.

“Tapi yang jelas, karena kegiatan itu sudah masuk zona larangan, maka kami akan terus melakukan pengawasan,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan menjelaskan, pihaknya beberapa hari lalu pihaknya pernah menanyakan sumber anggaran kegiatan itu di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan disebutkan kegiatan itu menggunakan APBD.

“Pengakuan TAPD ke kami anggaran itu menggunakan APBD Kota Bima. Jika demikian, Panwaslu harus terus melakukan pengawasan,” katanya.

Menurut Alfian, perbedaan intepretasi soal regulasi tentang kegiatan itu harusnya bisa dianalisa lebih dalam. Karena tetap kegiatan itu telah masuk dalam waktu larangan untuk pasangan petahana untuk melakukan kewenangan dan program.

Anggota DPRD Kota Bima H Armansyah  yang juga diberikan kesempatan bericara justru memberikan pandangan lain. Dirinya melihat kegiatan itu sudah sejak lama digelar dan tidak ada persoalan. Bahkan sejumlah anggota dewan pernah menghadiri kegiatan dimaksud.

“Itu kegiatan lama. Saya kira tidak ada persoalan, dan Wakil Walikota Bima menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah untuk menyerap aspirasi,” ujarnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *