Aneh, UPTD Pertanian Bolo Minta Bibit Jagung ke Kelompok Tani

Kabupaten Bima, Kahaba.- Polemik mengenai adanya pemotongan bibit jagung untuk kelompok tani di Kecamatan Bolo oleh UPTD Pertanian Kecamatan Bolo makin meruncing. Pasalnya, banyak kelompok tani mengeluh, lantaran berkurangnya jatah karena dipotong UPTD Pertanian Kecamatan Bolo.

Ilustrasi Bibit Jagung. Foto: Bisnis.com

Salah seorang ketua kelompok tani di Kecamatan Bolo Ismail Marbah membenarkan adanya pengambilan bibit jagung kepada kelompok tani. Namun caranya tidak langsung dipotong, melainkan diminta terlebih dahulu.

“Iya, benar. Tapi mereka minta dulu,” ujarnya beberapa hari lalu.

Kata Ismail, pengambilan bibit jagung memang akan mengurangi jatah petani yang tergabung dalam kelompoknya. Sehingga ada juga yang beranggapan bibit tersebut ditilep olehnya.

“Hampir semua kelompok tani memang diperlakukan sama. Untuk kelompok saya mereka ambil satu dus yang isinya 20 kg,” ungkapnya.

Ismail menambahkan, dalam aturannya tidak boleh pihak mana pun dengan alasan apapun memotong jatah kelompok petani. Apalagi hanya dengan alasan untuk jatah anggota kantor.

Sementara itu, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Bolo Muflin membantah jika pihaknya melakukan pemotongan bibit jagung tersebut. Kata dia, pihaknya meminta kepada kelompok tani agar bisa memberikan beberapa dus untuk jatah anggota di UPTD Pertanian Kecamatan Bolo.

“Kami tidak memotong, tapi meminta. Ya, untuk anggota di sini lah,” katanya.

Menurut Muflin, saat pihaknya meminta kepada kelompok tani, kelompok tani dengan ikhlas memberikanya.

“Mereka tidak berkomentar kok,” tuturnya.

Ia bahkan tidak keberatan jika masalah tersebut akan sampai pada telinga DPRD maupun Bupati Bima.

“Tidak masalah juga dilapor ke dewan maupun Bupati Bima,” tantangnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *