TRC, Uma Kahawa dan Dinasty Kopi Wakili Bima di Gebyar Kopi Lombok-Sumbawa 2017

Kota Bima, Kahaba.- Perhelatan akbar pesta para entrepreneur kopi se-NTB untuk pertama kalinya diadakan secara Spektakuler di Lapangan Sangkareang Kota Mataram, Sabtu (2/12). Kegiatan dengan tema “Gerakan Penguatan Produk Lokal NTB” tersebut digagas oleh Dinas Perindustrian Provinsi NTB.

CEO TRC, Uma Kahawa dan Dinasty Kopi saat mengikuti Gebyar Kopi di Mataram. Foto: Dok Babuju Mandiri

Pada Gebyar Kopi tersebut, Tambora Redstone Coffee (TRC) produksi Babuju Mandiri, Uma Kahawa yang dinakhodai Andi Amaldan, dan Dinasty Coffee milik Aris Munandar mewakili Kota dan Kabupaten Bima.

CEO Babuju Mandiri Julhaidin mengatakan, IKM Kopi Tambora Bima dan Dompu diundang khusus dalam acara ini sebagai apresisasi atas diraihnya Indikasi Geografis (IG) atas Kopi Tambora pada tahun ini dari Pemerintah Pusat.

“TRC Babuju Mandiri mendapat undangan khusus sebagai produsen sangrai dan pengemasan kopi.  Sementara Uma Kahawa dan Dinasty Coffee diundang karena telah ikut mempromosikan citarasa Kopi Tambora di Bima melalui Coffeshop lesehan di Lapangan Serasuba sehingga dikenal secara luas,” jelas pria yang biasa disapa Rangga Babuju.

Kata Rangga, selain TRC, Uma Kahawa dan Dinasty Coffee, hadir pula branding kopi dari Kabupaten Dompu seperti Kahawa Tambora produk IKM Tambora Makmur, Ori Coffee, Kopi Jagung Oi Tambora dan Ompu Kopi, Kopi Tepal dan lainnya.

Sementara itu, Kadis Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Eva Nurcahyaningsih mengaku, Gebyar Kopi Lombok – Sumbawa 2017 pertama kali digelar. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai tasyukuran atas raihan IG dari pemerintah pusat atas Kopi Tambora, sehingga sejajar dgn Kopi Toraja, Gayo, dan lainnya.

“Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan atas terciptanya IKM Kopi NTB yang kini mulai tergerak dan tumbuh,” katanya.

Menurut Eva, Gebyar Kopi ini mengundang 20 Pengusaha Hotel dan Restoran (PHRI) NTB dan para pengusaha Coffeshop di NTB, sehingga kopi-kopi IKM menjadi suguhan kopi hotel yang ada di NTB.

Pihaknya pun optimis melihat animo PHRI baik individu maupun lembaga yang menghubungi panitia guna mengakomodasi kopi lokal yang telah sejajar dengan kopi nasional lainnya, sebagai kopi suguhan hotel dan restauran yang ada di NTB.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *