Halal Bi Halal Walikota Sarat Nuansa ‘Politis’

Kota Bima, Kahaba.- Akhir-akhir ini, Walikota Bima gencar melakukan pertemuan dengan masyarakat di 38 Kelurahan. Kegiatan halal bi halal yang dirangkaikan silaturahmi Kepala Daerah dengan warga Kota Bima dinilai sengaja dimanfaatkan oleh Walikota Bima, H. M. Qurais. H. Abidin, untuk membangun konsolidasi politik jelang Pemilukada tahun 2013 mendatang.

H. Qurais H. Abidin, Walikota Bima.

Hal itu disampaikan oleh salah seorang warga Kota Bima, Agus. Kepada Kahaba, dirinya berani mengeluarkan statemen demikian, karena kemasan acara halal bi halal itu, kental sekali dengan nuansa politik dan pencitraan politik Walikota Bima. “Di setiap kegiatan Halal bi halal beberapa hari terakhir ini, Walikota Bima kerap membahas mengenai Pemilukada 2013. Dan bahkan mengeluarkan pernyataan untuk cerdas memilih pemimpin,” sorotnya.

Dia mengaku, bahkan dirinya pernah membaca di media Harian lokal Bima, pada kesempatan itu Walikota Bima mengingatkan masyarakat untuk memilih barang yang sudah pernah di beli dan terbukti. Karena barang yang baru, belum tentu baik seperti barang yang pernah di beli.

“Kalimat-kalimat seperti ini tidak pantas di lontarkan pada acara halal bi halal dengan masyarakat. Karena konteksnya beda, jika Walikota Bima terus menyampaikan pernyataan itu, berarti bukan halal bi halal, tapi konsolidasi politik jelang pemilukada,” tegasnya, Rabu, 4 Oktober 2012, di Kantor Lembaga Edukasi dan Advokasi (LEAD).

Menurut Agus, kesempatan kegiatan tersebut, sangat menguntungkan Walikota Bima. Karena pada pesta demokrasi rakyat tahun depan, Ketua DPD Demokrat Kota Bima itu bakal maju dan menjadi kontestan perebutan kursi nomor satu di Kota Bima. “Kegiatan halal bi halal juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada masyarakat. Jika Walikota menyinggung masalah pemilukada, sama halnya Walikota membangun pencitraan diri kepada masyarakat. Belum saatnya H. Qurais mengkampanyekan diri, karena hal itu belum diatur oleh KPUD Kota Bima,” tambahnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Drs. Is Fahmi yang dimintai tanggapan mengatakan sorotan itu wajar-wajar saja, karena halal bi halal selama ini melahirkan banyak penafsiran dari masyarakat.

Namun, dirinya membantah keras, jika Walikota Bima memanfaatkan kegiatan yang dimaksud untuk konsolidasi politik. Pada saat itu juga, dirinya mengaku Walikota Bima tidak pernah membangun pencitraan diri dengan membahas masalah Pemilukada. “Kalaupun ada, Walikota hanya menyampaikan kepada masyarakat untuk cerdas dalam menghadapi Pemulikada,” tepisnya.

Menurut Fahmi, halal bi halal beberapa hari terakhir ini karena permintaan masyarakat, bukan keinginan Walikota Bima. Pada saat acaranya pun, orang nomor satu di Kota Bima selalu membahas masalah pembangunan dan menyerap aspirasi masyarakat. [BK]

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *