Praktek Pungli di Sekolah Menjamur, Dewan Desak Dikbud Turun Sidak

Kota Bima, Kahaba.- Dalam sepekan terakhir, dugaan praktek Pungutan Liar (Pungli) kerap terjadi di sekolah. Kondisi tersebut pun membuat kekhawatiran banyak pihak, termasuk DPRD Kota Bima.

Anggota DPRD Kota Bima, Taufik HA. Karim. Foto: Bin

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Taufik HA Karim mengaku sudah mengetahui informasi itu lewat media. Praktek Pungli dilakukan untuk pengadaan sampul rapor, dan seragam sekolah siswa.

“Ini modus baru untuk mencari untung dibalik kebutuhan siswa,” sorotnya, Jumat (8/12).

Seharusnya kata Taufik, sampul rapor dan seragam menjadi kewajiban sekolah untuk memprogramkannya melalui dana BOS. Sehingga dapat membantu meringankan kebutuhan siswa.

“Dana BOS sudah cukup besar, kenapa harus membebani lagi kepada siswa untuk membeli sampul rapor dan seragam,” katanya.

Maka dari itu, dengan adanya sejumlah dugaan praktek Pungli tersebut. Dewan justeru menduga bisa jadi kasus yang sama banyak terjadi di lingkup dunia pendidikan. Hanya saja tidak diketahui publik. Bisa jadi sekolah menutup rapat, atau walimurid tidak berani mempermasalahkannya.

Untuk itu, dewan meminta kepada jajaran Dinas Dikbud untuk melalukan monitoring dan evaluasi. Agar kasus Pungli ini dapat ditekan seminimal mungkin.

“Kalau bisa Dinas Dikbud turun melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak). Agar dapat mengetahui, dinamika yang terjadi di dunia pendidikan. Bila ditemukan Pungli, langsung memberikan tindakan dan sanksi agar ada efek jera,” sarannya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *