Pencuri Sapi Pakai Senpi Laras Panjang Ditangkap

Kabupaten Bima, Kahaba.- 3 orang warga yang mencuri Sapi ditangkap di pegunungan menuju pemancar Telkom Doro Saboke Desa Lambu, Jum’at (8/12) sekitar pukul 23.30 Wita. Pencuri menjalankan aksinya menggunakan senjata api laras panjang.

Pencuri sapi saat diamankan. Foto: Dok Polres Bima Kota

Kasubbag Humas Polres Bima Kota IPDA Suratno mengatakan, kronologis kejadiannya bermula saat Polsek Lambu mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada pelaku pencurian Sapi menuju gunung Saboke, dengan membawa 4 senjata rakitan laras panjang.

Mendengar informasi itu, anggota Polsek dan puluhan warga menunju pegunungan. Sesaat mengintai. Sekitar 30 menit kemudian para pelaku datang dari arah jalan raya gunung pemancar Telkom berboncengan dengan menggunakan 3 unit sepeda motor.

“Karena membawa senjata api laras panjang, polisi memberikan tembakan peringatan beberapa kali,” ujarnya.

Mendengar suara tembakan kata Suratno, para pelaku melepas sepeda motornya dan kabur. 2 orang yang bawa sepeda motor berhasil ditangkap di jalan. Sedangkan 4 orang lainnya berhasil lari masuk ke semak-semak dengan membawa senpi dan peluru.

“Polisi lalu mengejar dan menangkap 1 orang pelaku lagi berikut dengan 1 unit senjata api rakitan laras panjang yang sudah dikokang, dan 1 tas kecil berisi peluru beserta tas ransel warna hitam.  Sedangkan 3 orang pelaku lainnya berhasil kabur dengan membawa senjata api,” katanya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan sebut Suratno seperti, 1 unit senjata api laras panjang, 1 magazen, 29 butir peluru F 16, 2 unit sepeda motor Honda Vario, 1 unit motor Honda Supra, 1 tas Ransel warna hitam, 1 tas kecil warna coklat muda, 1 tas kecil warna coklat tua, kunci bongkar senpi, 2 jimat.

“Pelaku sudah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *