Komunitas Ojek Pun Peduli Nasib Warga Godo

Kota Bima, Kahaba.- Musibah yang menimpa warga Dusun Godo, Kabupaten Bima, ternyata mampu mengetuk hati sejumlah masyarakat Kota Bima. Di Lingkungan Lewisape, Kelurahan Sarae, sejumlah warga yang di motori para tukang ojek berinisiatif negadakan kotak sumbangan sejak hari Kamis, (4/10/2012) untuk meringankan beban hidup warga Godo, yang pemukimannya dibakar massa.

Kotak Sumbangan Warga Kelurahan Sarae Kota Bima. Foto: Arief

Aksi mereka terlihat dengan adanya kotak dari kardus sisa air mineral yang diletakkan di atas kursi kayu dan di tempatkan di tengah pertigaan jalan anggrek, samping kampus STIH Muhamadiyah Bima. Setiap pengguna jalan yang peduli, sesaat berhenti, dan merogoh kantongnya kemudian memasukkan uang ke dalam kotak itu.

Memberi sumbangan harus tanpa paksaan, semua didasari kerelaan. Dari pantauan Kahaba, kotak amal ‘darurat’ tersebut, hanya disimpan begitu saja tanpa ada yang menjaganya.

“Ini demi kemanusiaan,” ujar Muhammad Dara (36), koordinator pengumpulan dana untuk korban tragedi Godo. Warga Sarae itu mengaku, aksi solideritas ini murni atas inisiatif warga Lingkungan Lewisape, Kelurahan Sarae. Ia dan beberapa orang warga lainnya dengan sukarela mengumpulkan sejumlah sumbangan dari warga setempat dan pengguna jalan. “Sesama dou Mbojo (orang Bima, red) itu bersaudara, walaupun mereka ada di Kabupaten dan kami di Kota Bima, tapi ikatan itu tak boleh terputus. Hanya inilah yang bisa kami bantu untuk mereka,” ujarnya kepada Kahaba, Kamis, 4 Oktober 2012.

Muhammad mengaku, aksi sosial ini dimotori oleh warga biasa, tanpa instruksi dari pihak Kelurahan atau institusi pemerintah lainnya. Ia dan beberapa kawannya yang bergerak mengumpulkan sumbangan tersebut berprofesi sebagai tukang ojek. Mereka mengaku ikhlas menyisihkan waktu diantara aktifitas mereka mencari dan mengantarkan penumpang. “Kotak itu hanya disimpan saja di situ, kami di pangkalan ini bergantian menjaganya dari sini,” ujarnya saat diwawancarai di pangkalan ojek yang tak jauh dari pertigaan itu.

Ketika ditanyakan mengenai hasil sumbangan itu akan disalurkan kepada warga Godo, Muhammad mengaku pihaknya bekerjasama dengan para mahasiswa STIH Muhamadiyah yang juga sedang menggalang dana bantuan tragedi Godo. Bahkan hingga Jum’at (5/10/2012) pagi ini, dari hasil kotak amal tersebut, Muhammad dan kawan-kawannya telah menyetorkan uang itu ke mahasiswa STIHM Bima selaku panitia penggalangan dana.

Muhammad dan rekan-rekannya akan tetap mengumpulkan sumbangan sampai hari Sabtu (6/10/2012) besok. Mereka juga akan memperbanyak titik penggalangan di beberapa pangkalan ojek. “Kami ingin mengetuk hati lebih banyak orang. Tadi ada teman yang ikut bergabung dan menyanggupi melakukan aksi serupa di pangkalan ojek dekat pasar raya,” ungkapnya. [BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *