Soal Premanisme Pegawai, Wabup Bima Temui Mahasiswa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Aksi gabungan BEM STISIP, STIH, STIE dan STKIP Bima memerotes sikap premanisme oknum pegawai Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bima, Senin (18/12) juga berlangsung di depan kantor Bupati Bima. Wakil Bupati (Wabup) Bima H Dahlan M Noer pun menemui massa aksi di gerbang kantor.

Wabup Bima saat menerima massa aksi. Foto: Deno

Mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan persoalan penganiayaan mahasiswa STISIP Mbojo – Bima tersebut. Karena sikap arogan dan premanisme tidak boleh dilakukan oleh pegawai jika menerima kehadiran massa aksi yang menyuarakan aspirasi di depan umum.

Pada kesempatan itu, Wabup Bima sepakat dengan tuntutan mahasiswa agar penegak hukum serius menangani kasus penganiayaan tersebut. Karena semua warga Kota Bima sama di mata hukum dan harus mendapat perlakuan yang sama.

“Siapapun ASN yang melanggar hukum harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Menanggpai permintaan mahasiswa untuk mencopot kepala Distambun, pihaknya akan membicarakan dulu dengan Bupati dan akan menyelenggarakan rapat secepat mungkin menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan investigasi terhadap oknum-oknum ASN yang terlibat penganiayaan tersebut,” tegasnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *