Petugas Desmigratif Rayakan Hari Buruh Bersama Anak TKI Ambalawi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sebanyak 150 orang anak TKI dan TKW asal Kabupaten Bima merayakan Hari Buruh Migran Internasioanal bersama Petugas Desa Migran Produktif (Desmigratif) Desa Rite Kecamatan Ambalawi, Senin (18/12). Kegiatan ini diinisiasi oleh Petugas Desmigratif dengan pola swadaya.

Foto bersama petugas Demigratif rayakan Hari Buruh bersama Anak TKI Ambalawi. Foto: Dok Demigratif

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua PKK Kabupaten Bima, Disnakertrans Kabupaten Bima, DP3AKB Kabupaten Bima dan Camat Ambalawi.

“Kegiatan ini murni swadaya kami Petugas Desmigratif di Desa Rite Kecamatan Ambalawi,” ungkap salah satu Petugas Demigratif Rite, Wahyu Sapta Utami.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan untuk memotivasi anak-anak pahlawan devisa agar bisa berkarya dan berani tampil di depan orang. Sebab secara psikologi mereka yang jauh dari orangtua pasti merasa minder.

“Makanya sengaja kami rancang kegiatannya agar mereka sendiri yang menjadi MC, pembaca do’a hingga baca puisi dan tari,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, Petugas Desmigratif juga meminta anak-anak TKI membuatkan surat untuk orangtuanya yang sedang berkerja di luar negeri dan ditempelkan di dinding. Anak-anak itu diminta mengungkapkan semua rasa yang mereka alami semenjak ditinggal orangtuanya.

“Setelah surat selesai dibuat, mereka membacanya di depan undangan yang hadir,” tuturnya.

Ketua PKK Kabupaten Bima Rosdiati Dahlan dalam sambutannya, sangat mengapreseasi kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan yang digelar merupakan prestasi yang sangat luar biasa bagi Desa Rite.

“Semoga kegiatan ini bisa dilaksanakan tiap tahunnya agar bisa berbagi kebahagiaan bersama mereka yang ditinggalkan orangtuanya,” harap dia.

Rosdiati berpesan kepada Kepala Desa Rite agar memperhatikan anak-anak TKI. Ia menitipkan anak-anak TKI dan memohon agar mereka diperhatikan. Sebab berkat anak-anak TKI pula-lah sehingga Kepala Desa bisa mendapatkan program demigratif ini dari Kementrian Ketenagakerjaan.

Pada kesempatan itu pula, Rosdiati juga memberikan sumbangan buku pelajaran kepada anak-anak TKI.

Sementara itu, pihak DP3AKB Kabupaten Bima mengajak anak-anak untuk bernyanyi bersama tentang penolakan kekerasan terhadap anak. DP3AKB juga memberikan door prize berupa gantungan kunci, pulpen dan jilbab kepada anak-anak TKI.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *