Himpian STISIP Diskusi Publik Menangkan Pancasila

Kota Bima, Kahaba.- Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (Himpian) STISIP Mbojo – Bima menggelar diskusi publik Sosialisasia Menangkan Pancasila di Aula Alumni STISIP, Rabu (20/12).  Kegiatan itu dihadiri Staf Ahli Pemkot Bima, Wakapolres Bima Kota dan Kasdim 1608 Bima.

Diskusi Publik Menangkan Pancasila di STISIP. Foto: Deno

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan. Baik mahasiswa maupun masyarakat umum. Diskusi yang mengangkat tema “Menjaga Eksistensi Melalui Penguatan Nilai-Nilai Luhur Pancasila” itu dibuka secara resmi oleh ketua lembaga STISIP Mukhlis Ishaka.

Ketua Himpian STISIP Muliawan dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pahaman dasar Pancasila. Lalu berharap dengan adanya diskusi dan transformasi pemahaman terkait nilai-nilai luhur Pancasila tersebut, semua elemen dapat mengembalikan jati diri dan eksistensi Pancasila.

“Semoga kegiatan ini bernilai bagi kita semua dan mendapatkan pemahaman yang positif,” harapnya.

Staf Ahli Pemkot Bima Darwis H Yusuf menyampaikan, Pancasila merupakan sistim nilai yang digali dari nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut telah ada jauh sebelum negara ini merdeka bahkan pada zaman kerajaan.

Nilai-nilai tersebut kemudian dirumuskan menjadi suatu tatanan norma dan nilai yang disebut dengan Pancasila. perumusan Pancasila sendiri mempunyai sejarah yang cukup panjang, sampai pada akhirnya dijadikan sebagai akta pendirian Negara Indonesia dengan sebutan Staaf Fundamental Norm.

Dengan era globalisasi sekarang ini, pengaruh negatif dan positif tentu akan mempengaruhi kondisi bangsa. Era globalisasi bukan untuk ditolak, namun bagaimana bangsa ini tidak terbawa arus globalisasi.

“Kita harus menjadikan Pancasila sebagai pondasi untuk bertahan dari pengaruh era globalisasi yang penuh dengan tantangan ini,” inginnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *