Musim Hujan Diprediksi Normal, Akhir Desember-Januari Puncaknya

Kabupaten Bima, Kahaba.- Stasiun Badang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bima menyebut musim hujan tahun ini dalam kategori normal. Tidak ada bibit siklon tropis yang tumbuh di sekitar perairan selatan NTB dan NTT. Sedangkan puncak musim hujan diprediksi terjadi pada akhir Desember 2017 hingga Januari 2018 mendatang.

Kepala BMKG Bima Satria Topan. Foto: Ady

“Khusus untuk wilayah Bima-Dompu mulai akhir November 2017 kemarin sudah masuk musim hujan. Untuk puncak musim hujannya kita prediksi diakhir Desember 2017 sampai Januari 2018,” sebut Kepala BMKG Bima Satria Topan, Rabu (20/12).

Maksud dari puncak musim hujan jelas Topan, kondisi dimana instensitas hujan jauh lebih banyak dibanding hari-hari sebelumnya. Misalnya sekarang untuk satu wilayah curah hujan hanya terjadi siang sampai sore saja. Pada puncak musim hujan, curah hujan turun sepanjang hari.

“Jadi bisa dibilang intensitas curah hujannya juga meningkat atau lebih banyak dan juga relatif lebih lama. Namun musim hujan tahun ini dalam kategori normal sama seperti tahun sebelumnya,” jelas dia ditemui Kahaba.net di kantor BMKG Bima Desa Kecamatan Palibelo.

Kaitan peringatan dini lanjut dia, untuk musim hujan ini tidak dipengaruhi oleh badai tropis di daerah perairan selatan NTB dan NTT. Ia memastikan untuk aktivitas siklon tropis sampai saat ini belum ada atau belum terdeteksi. Kalau memang siklon tropis itu ada, akan memperburuk musim hujan.

“Dalam artian, normalnya untuk musim hujan itu hanya 100 mm. Tetapi kalau ada aktivitas siklon tropis, maka intensitas curah hujan bisa 200 mm atau dua kali lipat. Artinya memperburuk cuaca di sekitar perairan selatan NTB dan NTT. Tapi sekarang masih dalam kategori normal,” tuturnya.

Jika dipantau menggunakan citra satelit, apabila ada tekanan rendah di sekitar wilayah Bima maka dia memiliki fase tersendiri untuk menjadi siklon tropis. Tekanan rendah yang bisa menjadi bibit siklon tropis apabila kurang dari angka 1000 atm. Misalnya 900 atm, 800 atm atau di bawahnya lagi.

“Semakin rendah tekanan, maka potensi menjadi siklon tropis itu besar. Saat ini tekanan rendahnya masih di atas 1000. Bahkan di sekitar wilayah NTB itu tidak ada. Jadi bisa dibilang potensi untuk terjadinya badai tropis di sekitar NTB dan NTT saat ini tidak ada,” terangnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *