Begini Tanggapan Bupati Bima Soal Dinamika Kehadiran Alfamart di Bolo

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kehadiran retail nasional Alfamart di Kecamatan Bolo menimbulkan pro dan kontra. Baru beberapa pekan beroperasi, waralaba itu mulai diprotes oleh sejumlah ormas dan warga setempat. (Baca. Ormas di Bolo Aksi Tolak Alfamart)

Bupati Bima, Hj Indah Damayanti Putri saat menyampaikan sambutan pada acara syukuran. Foto: Deno

Lantas bagaimana tanggapan Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti tentang dinamika kehadiran Alfamart itu? Kepada media ini Bupati menjelaskan, rencana beroperasinya Alfamart bukan sesuatu yang tiba-tiba. Tetapi telah melewati beberapa proses antara lain sosialisasi di tingkat Kecamatan Bolo, yang dilakukan di kantor camat sebanyak 2 kali. (Baca. Terima Alfamart, Kades Timu: Aksi Tolak itu Ujung-Ujungnya Duit)

“Kita memberikan kesempatan kepada Alfamart untuk melakukan sosialisasi. Dengan mengundang para pemilik toko kelontong, tokoh-tokoh masyarakat, pemuda desa, organisasi mahasiswa dan KNPI Kecamatan bolo,” jelasnya, Rabu (20/12).

Menurut Bupati, seperti di daerah lainnya, perusahaan Alfamart yang akan beroperasi di Bima berkomitmen  untuk meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan bekerja dengan instansi pemerintah.

Disisi lain, kewajiban pemerintah juga membuka kesempatan dan memberikan kemudahan bagi siapapun yang berinvestasi. Tinggal nanti dinas teknis yang akan melaporkan kembali sejauh mana penerimaan masyarakat di lapangan.

“Kehadiran Alfamart malah terbuka peluang bagi kemitraan dengan badan usaha milik desa dalam melakukan kegiatan usaha yang saling menguntungkan. Karena salah satu syarat yang diberikan untuk kehadiran retail yang ingin berinvestasi di Bima, harus bisa bersinergi dengan UKM yang ada,” urainya.

Soal anda penolakan dari elemen masyarakat sambungnya, maka yang diperlukan adalah komunikasi yang lebih intensif untuk memberikan pemahaman dan membangun komunikasi yang lebih baik serta meyakinkan mereka bahwa keberadaan Alfamart kedepan akan menjadi bagian penting dari peningkatan ekonomi lokal.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Rama

    Loa2 lalo dou mbojo ke…..syukur wara toi i investor luar macaun sangufi de, selama ake byk in invest yg berusaha untuk ekspansi diberbagai sektornya d bima tetapi krn dou mbojo mboto maloa, brutal dan sabaranee /habitnya demikian…..ya investor mikir2…dn mustahil mereka banyak yg kabur….wauk badou mbojo mpoa tisi kerja sama degn banyk pihah baik di bima sendiri maupun pemain luar. Baru alfamart msu nginjak kaki aja riakx sedimikian panas….ringu poda?auk neem iwa dohoeeee?Aneh-aneh bin ajaib……mboto poda regenerasi MICIN esemai de…..BUKA MATA BUKA HATI BUKA PIKIRAN. Gmn jadinya kalao afta pasar bebas bner2 dterapkan? Ta be ku di ne’e kaim teta? Atau amba mpra tambaku, isi mangge, ro’o palawu, ro’o taa doho kombi ni biar maju…

    Hanya luapan kkecewaan aj dr dou mbojo kain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *